Kanal

Marwan Minta Polhut Cek Perambahan Hutan di Bukit Betung

Marwan - Bangkapos/Nurhayati

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dinas Kehutanan Babel saat ini akan mengintensifkan patroli di daerah-daerah yang rawan illegal logging atau perambahan hutan.

Pasalnya banyak hutan lindung yang dibabat oleh para perambah hutan. Seperti hutan lindung di Bukit Betung dari Kantor Bupati Bangka saat ini sudah ada beberapa kawasan hutan lindung yang dibabat dan sudah terlihat gundul.

Untuk itu, menurut Kepala Dinas Kehutanan Babel Marwan pihaknya akan melakukan patroli dan meminta polisi kehutanan (polhut) melakukan pengecekan.

"Kalau itu hutan lindung ada perambahan masyarakat akan kita beri peringatan. Kita belum tahu siapa yang melakukannya tapi akan kita cek ke lapangan. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti," tegas Kepala Dishut Babel Marwan saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (28/2/2018).

Sedangkan mengenai kawasan hutan di Bukit Siam yang sekarang banyak dijadikan kawasan pemukiman menurut Marwan itu ada perubahan tata ruang.

Dulu kawasan tersebut kawasan hutan konservasi karena sudah banyak pemukiman oleh pemerintah daerah tata ruang tersebut diubah. Kawasan konservasi tersebut dilepaskan dari kawasan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).

"Karena sudah banyak pemukiman oleh pemerintah kita tata ruang ini diubah dilepaskan dari kawasan menjadi APL sehingga bisa dimiliki penduduk," jelas Marwan.

Disinggung banyaknya kawasan hutan lindung pantai yang saat ini banyak dimiliki orang pribadi menurutnya jika belum keluar dari kawasan hutan lindung menjadi APL, jika dijualbelikan maka yang menjual dan membeli akan dikenakan sanksi pidana.

Dia menegaskan sanksi pidana bagi penjual maupun pembeli kawasan hutan lindung bisa kena pidana sembilan tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer