Kanal

Kasus Penggelapan Barang Bukti Rupbasan, Kejari Pangkalpinang Tetapkan Martin DPO

Joko Surono (JS) menggunakan rompi tahanan saat digiring petugas asal Kejaksaan Negeri Pangkalpinang beberapa waktu lalu - Bangkapos/Ryan Agusta

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Martin selaku pihak yang diduga ikut terlibat dalam perkara kasus dugaan penggelapan barang bukti (BB) 1,6 ton timah balok yang dititipkan di Rumah Penitipan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) kelas II Pangkalpinang kini yang bersangkutan (Martin) telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang.

"Yang kita DPO itu si Martin," kata Kasi Intelijen Kejari Pangkalpinang, Hendi Arifin SH singkat saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Jumat (2/3/2018) siang saat itu ia mengaku sedang berada di Jakarta.

Ketika disinggung soal keterlibatan seorang pengusaha timah asal lingkungan Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Ah justru Hendi menegaskan jika keterlibatan Ah dalam perkara penggelapan barang bukti 1,6 ton timah balok, tidak ada bukti kuat terkait keterlibatan Ahau.

"Kalau menurut keterangan Joko Surono ada keterlibatan Ah tapi bagaimana mau mencari keterangan lebih jauh jika hal itu diduga ada keterlibatan Ah sementara Martin tidak ada," terangnya.

Padahal menurutnya pihak Kejari Pangkalpinang tak menutup kemungkinan atau bisa saja menyeret Ah terkait keterlibatannya dalam perkara kasus penggelapan barang bukti 1,6 ton timah balok jika seandainya Martin dapat ditemukan dan dimintai keterangan. 

"Kuncinya ada di Martin baru bisa kita tetapkan siapa tersangka lainnya. Sebab keterangan dari Martin bisa kita tindak lanjuti tapi sayangnya malah Martin menghilang," tegasnya.

Namun Hendi mengaku sampai saat ini belum bisa melakukan hal lebih jauh terkait perkara itu lantaran pihaknya belumlah menerima salinan putusan sidang dari pihak PN Pangkalpinang.

"Kemarin kita cuma terima petikannya saja namun salinan putusannya belum kita terima sehingga kita belum bisa menindaklanjuti hal itu," alasan Hendi.

Sebelumnya bangkapos.com sempat mencoba mendatangi kediaman Ah di lingkungan Kampung Dul, Pangkalan Baru, Jumat (2/3/2018) siang sekitar pukul 14.00 wib, guna dikonfirmasi terkait dirinya disebut-sebut turut terlibat dalam perkara penggelapan 1,6 ton timah balok.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Datang ke Bandung Nikahi Kekasih, Pria Asal Irak Dapati Pujaan Hatinya Ternyata Sudah Punya 4 Anak

Berita Populer