Kanal

Ahok Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Pemilu Mendatang

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjaha Purnama membacakan pembelaan di sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Selasa (25/4/2017). Ahok dijerat Pasal 156 KUHP dalam dakwaan alternatif kedua tentang menyebar kebencian terhadap golongan dan dituntut dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun pada persidangan sebelumnya. - TRIBUNNEWS.COM/POOL

BANGKAPOS.COM - Permohonan peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) pada Senin (26/3/2018) lalu.

Ketiga hakim agung sepakat menolak semua dasar pengajuan PK penasihat hukum Ahok.

Sebelumnya, penasihat hukum yang juga salah satu adik kandung Ahok, Fify Lety Indra, mengajukan PK berdasarkan kasus Buni Yani yang dinilai terkait dengan kasus Ahok.

Namun hakim agung menyatakan dua kasus tersebut memiliki delik pasal yang berbeda.

Baca: Terungkap Ini Alasan Mahkamah Agung Menolak Peninjauan Kembali Kasus Ahok

Begitu pun halnya dengan hasil pemeriksaan Mahkamah Agung, tidak menemukan kekhilafan hakim di PN Jakarta Utara dalam menjatuhkan vonis terhadap Ahok.

Meski demikian, peluang bebas Ahok tak lama lagi.

Penasihat hukum memprediksi Ahok berpeluang bebas bersyarat pada bulan Agustus atau September mendatang.

Peluang Ahok kembali ke dunia politik masih terbuka.

Isu pun mencuat di masyarakat, Ahok diperkirakan menjadi kandidat kuat di dunia politik termasuk Pemilu terdekat.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer