Kanal

BI Babel Akui Berat Kendalikan Inflasi 2018, TPID Harus Lakukan Ini

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika - Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Inflasi yang terjadi pada periode Maret 2018 lalu sebesar 0,17 persen. Menanggapi terjaganya inflasi tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika merasa perlu dilanjutkan melalui penguatan sinergi antar lembaga dalam mengawal stabilitas inflasi, Rabu (4/4/2018)

“Tantangan pengendalian inflasi pada tahun 2018 cukup berat, oleh karena itu setiap elemen di TPID harus bahu membahu mengawal inflasi di tahun 2018 ini. Oleh karena itu, sinkronisasi program dan anggaran di setiap lembaga perlu diperkuat,” ujar Tantan Heroika

Selanjutnya, ia mengatakan sejumlah program yang inovatif perlu diperkaya di program tahunan TPID agar permasalahan struktural dapat segera teratasi. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program yang sudah direncakankan juga perlu dilakukan pengendalian inflasi semakin efektif, terukur dan terarah.

Tantan Heroika memaparkan secara tahunan inflasi Maret 2018 di Bangka Belitung tercatat sebesar 3,02% (yoy), lebih rendah dari inflasi Maret 2017 sebesar 6,40% (yoy), namun sedikit meningkat dibanding inflasi Februari 2018 sebesar 2,56% (yoy). Inflasi tahunan di Bangka Belitung pada Maret 2018 juga berada dibawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,40% (yoy).

“Sejumlah jenis pakaian mengalami kenaikan harga yang berimbas pada kenaikan inflasi pada kelompok sandang. Kelompok transpot, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami inflasi 0,40% (mtm) seiring dengan mulai masuknya periode peak season (Hari Raya Ceng Beng) sehingga tarif tiket angkutan udara meningkat,” jelas Tantan Heroika

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer