Kanal

Paling Penting Mengingat Leluhur Bukan Masalah Agama

Warga keturunan Tionghoa kumpul bersama dimakam leluhur mereka di kawasan Kemujan Sungailiat Kamis (5/4/2018). - Bangkapos/Deddy Marjaya

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPS.COM, BANGKA-- Bagi sebagian orang sembahyang kubur atau ceng beng dimiliki agama tertentu saja.

Namun bagi keturunan Tionghoa sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan agama.

Paling penting adalah momen tersebut sebagai ajang untuk selalu mengingat leluhur dan ajang silahturahmi.

Warga keturunan Tionghoa berkumpul melakukan ritual sembahyang kubur atau ceng beng di Pekuburan Kemujan Sungailait Kabupaten Bangka Kamis (5/4/2018). (Bangkapos/Deddy Marjaya)

"Dalam keluarga saya ada yang menganut Budha, Konghucu, kristen dan Islam tapi kami semua kumpul disini tetap menjaga persaudaraan," kata Fatimah ditemui saat puncak Ceng beng di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Kamis (5/4/2018).

Fatimah mengatakan dirinya sebagai seorang muslim berdoa menurut ajaran islam begitu juga dengan keluarganya yang lain.

Tapi bagi keluarganya yang masih menganut agama Konghucu atau Budha mereka tetap melakukan prosesi sembahyang kubur dan berdoa dengan cara tradisi lama.

"Saya tetap berdoa tapi dengan cara Islam kami kumpul disini untuk bersilahturahmi jangan putus dan itu juga pasti harapan leluhur kami," kata Fatimah yang menetap di Surabaya.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer