Kanal

Sudah Lapor Aparat Tapi Penambang di Sungai Berok Belinyu Tetap Beroperasi

Nelayan Belinyu, Selasa (1/5/2018) malam berkumpul guna membahas permasalahan tambang ponton isap di Sungai Berok Kecamatan Belinyu yang sudah sangat meresahkan nelayan. -

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aktifitas penambangan di Kecamatan Belinyu begitu memprihatinkan. Tak hanya Bukit Mangkadir yang dirambah penambang, namun Sungai Berok pun dibuat porak-poranda.

"Yang ingin kami sampaikan bahwa penambangan TI Rajuk ponton di Sungai Berok sudah sangat memprihatinkan. Sudah sejak lama dikeluhkan nelayan," kata Direktur Lembaga Kelautan Perikanan Indonesia (LKPI) Kabupaten Bangka, A Hanif kepada Bangka Pos, Selasa (1/5/2018) malam.

Keluhan nelayan disampaikan melalui LKPI Bangka yang kemudian menindak-lanjutinya bersama perwakilan nelayan yang ada.

"Kami kemudian sampaikan ke Pos Polair (Polisi Perairan) di Belinyu.  Namun hingga saat ini, TI di Sungai Berok masih tetap marak," katanya.

Hanif menyebutkan, sebenarnya para nelayan lokal sudah tak tahan lagi karena aktifitas tambang di Sungai Berok merupakan habitat ikan dan udang.

Apalagi sungai tersebut bermuara ke Teluk Kelabat atau Laut Belinyu. Aktifitas tambang di sungai ini sangat mengganggu hasil tangkap nelayan lokal.

"Sudah beberapa kali kita layangkan protes. Kita minta pihak kepolisian dan aparat terkait lainnya menindak-lanjuti keluhan dan keresahan nelayan. Tapi tambang di sungai itu, masih saja beroperasi," katanya.

Hanif memastikan, Selasa (1/5/2018) malam, dia mewakili LKPI dan para nelayan sedang menggelar rapat musyawarah di Belinyu membahas rencana selanjutnya.

Kalau seandainya TI di Sungai Berok dalam satu pekan ini masih beroperasi, maka nelayan akan turun langsung, bertindak sendiri menghentikan aktifitas tambang tersebut.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer