Kanal

Wakapolri Akui Polisi Lalai Cegah Intimidasi Terhadap Susi Ferawati di Acara CFD

Susi Ferawati saat menjadi korban intimidasi di acara Car Free Day(CFD) Jakarta, Minggu (29/4/2018). - YouTube

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakapolri Komjen Syafruddin mengakui pihaknya lalai dalam mencegah intimidasi yang terjadi di car free day (CFD) Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Menurut Syafruddin, semestinya polisi yang bertugas saat itu memisahkan dua kelompok berbeda pendapat agar tak bertemu.

Yang terjadi justru Polri seolah membiarkan "bentrok" massa yang mengakibatkan adanya intimidasi.

Baca: Kisah Bocah Tewas Terinjak Massa Antre Sembako, Awalnya Jalan-jalan ke Kota Tua Mampir ke Monas

"Itu kemarin Polri juga ada kelirunya kenapa bisa ketemu, dia aparat keamanan di car free day tidak boleh membiarkan pertemuan itu. Artinya mengatur supaya tidak bertemu," kata Syafruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, saat di kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018). (Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com)

Mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini mengatakan, sudah menjadi kewajiban Polri melakukan tindakan agar kedua kelompok tersebut tak langsung berhadapan di suatu acara.

Hal itu, kata Syafruddin, menjadi bagian dari tugas polisi untuk mencegah munculnya potensi konflik sosial di masyarakat.

Baca: Pemerintah Evaluasi Penambahan Cuti Bersama Idul Fitri, Kepastiannya Tunggu Jelang Bulan Puasa

"Saya tujukan pada aparat keamanan, Polri terutama, supaya menjaga untuk dua kelompok yang berbeda itu tidak bertemu, itu tugasnya Polri," lanjut Syafruddin.

Pesan Tegas Wapres

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan terjadinya dugaan intimidasi sekelompok orang saat Car Free Day di Jakarta pada Minggu pagi.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer