Kanal

Harga Miring, Warga Serbu Pasar Murah di Taman Sari

Kepala Dinas Perindustriam dan Perdagangan Babel Sunardi, berfoto di depan pelaksanaan fasilitasi pasar murah, Rabu (30/5/2018) di Taman Sari Sungailiat - Bangka Pos/Nurhayati

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Sungailiat dan sekitarnya sejak pagi sudah menyerbu pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Rabu (30/5/2018) di Taman Sari Sungailiat.

Pihak Disperindag Babel bersama Disnakerperindag Kabupaten Bangka bekerjasama dengan pihak distributor untuk menjual barang-barang kebutuhan pokok dengan harga grosir.

Baca: Roro Fitria Ungkap Sumber Kekayaan Rp 800 Miliar Sebelum Dipenjara

Diakui Kepala Disperindag Babel Sunardi pelaksanaan pelaksanaan fasilitasi pasar murah dilaksanakan untuk menekan inflasi di daerah

"Pelaksanaan fasilitasi pasar murah ini dilaksanakan di titik-titik seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi kebetulan saja ini di bulan Ramadan gunanya untuk menekan inflasi. Kita ini bekerjasama dengan para distributor," jelas Sunardi kepada bangkapos.com.

Rencananya kegiatan pasar murah juga akan dilaksanakan di Kecamatan Belinyu pada tanggal 2 Juni dan kembali diadakan di Taman Sari Sungailiat pada tanggal 9 Juni 2018 nanti.

Pelaksanaan fasilitasi pasar murah ini menurut Sunardi merupakan bagian dari Tim Satgas Pangan Babel dimana pihaknya bersama dengan kepolisian, distributor, Bank Indonesia masuk dalam tim satgas pangan.

Barang-barang yang dijual berupa beras, gula, terigu, minyak goreng,ayam dan bahan kebutuhan pokok.

"Untuk harga ayam bulat itu Rp 27.000. Kalau menurut acuannya harga Rp 32.000 tetapi kita bisa menekan sampai harga Rp 27.000 kan ada yang harga Rp 26.000 seperti di Bangka Selatan kemarin," ungkap Sunardi.

Diakuinya harga kebutuhan pokok yang dijual dibawah harga acuan penjualan seperti untuk daging, minyak goreng, gula pasir dan lainnya, sedangkan untuk beras mengacu pada harga eceran tertinggi.

Berdasarkan informasi dari menteri perdagangan disampaikan Sunardi, tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Sedangkan dari menteri sosial berharap agar diperbanyak operasi pasar. Untuk ke depan pihaknya akan memperbanyak operasi pasar karena merupakan arahan dari pemerintah pusat.

Baca: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Ustaz Abdul Somad Pilih Tampil di TV One dan Tolak TV Lain

"Kalau menteri perdagangan berkaitan dengan ketersediaan stok bisa terpenuhi sampai dengan harga sudah cukup stabil artinya bisa kita tekan. Kemudian keadaan stok juga mungkin bisa terpenuhi sampai dengan pasca lebaran nanti. Kita tetap memantau distributor," kata Sunardi.

Dia berharap karena distribusi kebutuhan pokok Babel ini tergantung dari luar daerah jangan sampai terkendala di pelabuhan.
"Masyarakat yang penting ada barang kalau masalah harga walaupun harga sudah ditetapkan sesuai HET, tapi barang tidak ada susah kita. Untuk di pelabuhan bisa dipercepat barang-barang kebutuhan pokok kita itu yang penting," tegas Sunardi.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer