Kanal

Deflasi Pangkalpinang Tertinggi Se Sumatra pada Mei 2018

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus - Istimewa

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Deflasi di Pangkalpinang tertinggi se-Sumatera pada bulan Mei 2018, yakni sebesar 0,99 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,93. Terdata, 23 kota di Sumatera, 13 diantaranya mengalami inflasi dan 10 deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Banda Aceh sebesar 0,72 persen dengan IHK 125,77 dan terendah di Lubuk Linggau sebesar 0,07 dengan IHK 130,65.

Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Darwis Sitorus mengatakan deflasi terjadi karena penurunan beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,77 persen, sandang 0,02 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 5,21 persen.

“Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya tarif angkutan udara, sawi hijau, ikan segar (dencis, hapau, kembung, sotong, pari, dan kerang), daging babi, cabai merah, beras, cabai rawit, ayam hidup, kacang panjang, dan anggur,” kata Darwis Sitorus kepad Bangka Pos, Senin (4/6/2018).

Baca: Roy Kiyoshi Kuak Gebetan Baru Jessica Iskandar, Respon Janda satu Anak Ini Bikin Salfok

Sementara beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, yakni ikan segar (kerisi, cumi-cumi, selar, singkur, bawal, bulat, tenggiri, dan udang basah), bawang merah, bayam, daging ayam ras, pasta gigi, sosis daging ayam, telur ayam ras, dan shampo.

Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan deflasi pada Mei 2018, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,22 persen; kelompok sandang sebesar 0,001 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,80 persen.

Kemudian, kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks, diantaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,07 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,01 persen, kesehatan 0,52 persen, serta kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga 0,01 persen.

“Komponen inti Kota Pangkalpinang mengalami inflasi 0,24 persen dengan indeks 128,59 dan memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 3,97 persen dengan indeks 163,65 dan memberikan andil deflasi sebesar 0,81 persen. Sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 1,46 persen dengan indeks 145,58 dan memberikan andil deflasi sebesar 0,32 persen,” ungkap Darwis Sitorus

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer