Kanal

Awas! Jangan Jadikan Puasa Untuk Diet Dadakan, Begini Penjelasannya

Ilustrasi Diet Ngemil - net

BANGKAPOS.COM - Bulan puasa sering dimanfaatkan untuk menguruskan tubuh karena makan hanya perlu dua kali dalam sehari, yakni saat sahur dan berbuka.

Namun, menurut dr. Hans Kristian, CSN, Health and Nutrition Consultant dari Healthy Cook, bila puasa dijadikan ajang diet dadakan, alias sebelumnya belum pernah melakukan diet, ada beberapa permasalahan tubuh yang bisa didapat.

“Puasa sebenarnya punya banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya bisa untuk menurunkan kelebihan berat badan. Tetapi seringkali puasa dijadikan ‘ajang diet dadakan’ yang akhirnya berdampak buruk pada kesehatan,” tuturnya.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); //

Hans menambahkan, diet sesungguhnya menekankan pada perubahan pola makan dari yang kurang baik menjadi lebih baik.

Namun, banyak yang menyalahartikan diet sebagai pengurangan makan, atau malah mengonsumsi sangat sedikit makanan.

Baca: Lucinta Luna Akhirnya Akui Nama Aslinya, tapi Galau Sebut Jenis Kelamin

Baca: Sule dan Istri Diambang Perceraian, Netizen Malah Dibuat Terkagum Sama Rumah Mewahnya

Baca: Terbongkar, Video Ini Ungkap Perlakuan Nia Ramadhani Pada Anaknya Saat di Rumah

var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; //

“Kalaupun berat badan memang turun, mereka akan kesulitan mempertahankan hasil yang mereka dapatkan sehingga setelah bulan puasa selesai, berat badanpun akan meroket. Terlebih lagi, banyak yang akhirnya jatuh sakit karena tubuh belum siap menerima perubahan pola makan yang sifatnya 'dadakan' sehingga berdampak pada kesehatan tubuh secara sistemik,” jelasnya.

Mulai dari turunnya gula darah, maag akut, hingga gangguan hormon bisa terjadi karena diet yang kurang benar ini.

Diet selama puasa tidak masalah bagi Hans, selama diet dilakukan secara tepat dan tidak bersifat sementara.

Hans menyarankan berdiet saat puasa dengan mengonsumsi menu seimbang baik saat berbuka maupun saat sahur.

Yang dikonsumsi harus memiliki komposisi karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin dan mineral.

“Selain pemilihan bahan makanan, proses memasak juga berperan penting untuk menentukan kualitas makanan yang dikonsumsi. Yaitu makanan yang tidak digoreng, atau menambahkan lemak jenuh pada makanan,” ujarnya. 

Editor: Evan
Sumber: Surya

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer