Kanal

Pakar Otomotif Tak Rekomendasikan Mobil LCGC Dipakai Mudik atau Perjalanan Jauh, Simak 3 Alasan Ini

Petugas membantu kendaraan pemudik yang tidak kuat melaju di tanjakan Kali Kenteng, ruas tol fungsional, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Pengelola tol setempat menyiagakan enam petugas khusus pengganjal ban untuk antisipasi bila ada kendaraan pemudik yang tidak kuat melaju di tanjakan serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas di titik tersebut. - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

BANGKAPOS.COM - Jumlah pemakai mobil di Indonesia semakin bertambah sejak adanya program Low Cost Green Car ( LCGC).

Di antara mobil LCGC ini adalah Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, dan Datsun Go Panca.

Mobil-mobil ini pun dengan bangga dipakai oleh para pemiliknya untk mudik.

Nah, ternyata pakar otomotif tidak merekomendasikan LCGC untuk dipakai mudik atau perjalanan jauh antar-provinsi.

Hal itu diungkap oleh dua praktisi keselamatan berkendara, Rifat Sungkar dan Jusri Pulubuhu.

Baca: Nyamannya Mudik Naik Kereta Sleeper PT KAI, 5 Fasilitas First Classnya Dijamin Bikin Betah

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, bila pertanyaannya apakah LCGC bisa dipakai mudik? Jawabannya bisa, sebab sepeda saja sanggup digowes sampai ke kampung halaman.

Jusri dan Rifat menyebut ada 3 alasan mengapa mobil LCGC tak sesuai dipakai mudik :

1. Lubang Jalan

Menurut Jusri, LCGC bisa dipakai, tapi ada konsekuensinya, yaitu kenyamanan kurang, ketahanan mobil juga kurang karena tidak didesain untuk perjalanan panjang.

"Kalau ketemu lubang, mobil ini akan mengalami kesulitan. Dari opini saya setuju LCGC tidak direkomendasi untuk mudik,” ujar Jusri, Senin (11/6/2018), dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer