Kanal

Pabrik Pemurnian Zirkon dan Ilmenit di Ketapang Ditargetkan Beroperasi Enam Bulan Lagi

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian Zirkon dan Ilmenit oleh PT Lihui Bangka Indonesia di kawasan industri Ketapang, Jalan Tirta Darma, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Rabu (20/6/2018) sore. - Bangka Pos / Dedy Qurniawan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Perwakilan PT Penanaman Modal Asing (PMA) Guangzhi Lihui China, PT Lihui Bangka Indonesia,‎ Saparudin (Udin) menargetkan pabrik pengolahan dan Pemurnian Zirkon dan Ilmenit di kawasan Industri Ketapang dapat segera beroperasi dalam waktu enam bulan lagi.

Hal ini ia sampaikan seusai melakukan peletakan batu pertama pabrik ini di kawasan Ketapang, Jalan Tirta Darma, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Rabu (20/6/2018) sore.

Peletakan batu pertama ditandai dengan peletakan batu bata yang dilapisi semen di lokasi rencana pembangunan pabrik.

"Mudah-mudahan sesegera mungkin kami siapkan. Target kami akhir tahun ini pembangunan selesai. Sekitar enam bulan lah," ujar Udin kepada sejumlah wartawan.

Udin mengaku, total nilai investasi yang dikeluarkan mulai pembangunan pabrik hingga‎ dua tahun operasional pabrik adalah sebanyak Rp 13 Triliun. Pabrik akan dibangun dengan konsep relokasi dari Guangxi, Tiongkok, ke Kawasan Ketapang.

Dia mengklaim rencana pembangunan ini sudah dirintis sejak 2012. Saat itu rencana belum terealisasi karena belum adanya ‎ketentuan peraturan mengenai Zirkon dan Ilmenit.

"Setelah ada UU Minerba pada 2014. Kemudian pada 2017, kami mulai lagi, karena mendapat angin segar untuk pengolahan ini," katanya.

PT Lihui Bangka Indonesia disebut akan mengambil bahan mentah (raw material) berupa tailing dari penambang lokal dan mempekerjakan sekitar 400 orang. Bahan tersebut kemudian diolah dan dimurnikan menjadi Zirkon hingga kadar kemurniannya mencapai 65 persen, dan Ilmenit diolah menjadi titanium hingga kadar kemurniannya mencapai 85 persen.

Hasil pengolahan dan pemurniannya akan diekspor ke luar negeri. Satu di antaranya ke Tiongkok.
"Yang pasti ke China, kemudian Malaysia," katanya.

PT Lihui Bangka Indonesia disebut merupakan murni PMA Guang Zhi. Perizinan dari Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) pusat, dan perizinan-perizinan lainnya diklaim telah dikantongi.

"SIUP, SIG, STDB, itu sudah semua keluar," ucapnya.

Sebagai informasi, Zirkon adalah mineral ikutan berupa batu dengan berbagai macam warna. Zirkon dapat dipakai sebagai bahan baku untuk keramik, komponen elektronik, hingga selongsong pembangkit listrik tenaga nuklir.

Adapun Ilmenit adalah oksida titanium-besi atau bijih utama logam titanium. Sejumlah kecil titanium dipadukan dengan logam tertentu akan menghasilkan logam yang tahan lama, berkekuatan tinggi, serta ringan dan dapat dijadikan sebagai bahan baku sparepart pesawat dan peralatan olahraga. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer