Kanal

Atasi Kemacetan dan Polusi Udara, Belanda Beri Insentif Pekerja yang Bersepeda, Segini Bayarannya

ilustrasi - net

CEGAH kemacaten di sekitar kota, Pemerintah Belanda membuat kebijakan dengan melakukan kampanye bersepeda.

Belanda yang merupakan satu diantaranya negara Eropa yang telah mengkampanyekan cegah kemacetan dan menghindari pencemaran udara.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Pemerintah Belanda dikatakan telah berinvestasi lebih serius melalui infrastruktur untuk bersepeda.

Baca: Pendaftaran CPNS Buka Juli, Ada 220 Ribu Kekosongan PNS Seluruh Indonesia, Ini 5 Pedoman Rekrutmen

Baca: Tak Hanya Raffi Ahmad, Ternyata 5 Pria Ini Juga Disebut Kepincut Aura Kasih

 (net)

"Tujuan kami adalah untuk membuat 200.000 pekerja melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda mereka," kata Wakil Menteri Infrastruktur Belanda Tientje Van Veldhoven, sebagaimana dikutip Bike Europe yang dilansir melalui siakapkeli.

"Ini adalah mimpi saya untuk membuat banyak orang bergerak dengan mudah untuk bekerja, sekolah, bertemu teman dan keluarga.

Pengguna sepeda ini memberikan kontribusi signifikan terhadap aksesibilitas, kualitas hidup dan kesehatan. Ini akan mengurangi kemacetan lalu lintas," kata Van Velthoven.

ilustrasi (net)

Untuk memastikan kampanye ini mendapat dukungan rakyat Belanda, pemerintah Belanda telah mengumumkan insentif sebanyak RM0.87 sen per kilometer kepada karyawan yang menggunakan sepeda sebagai alternatif ke kantor.

"Orang-orang sekarang dapat memperoleh tunjangan bebas pajak melalui insentif fiskal ini."

Untuk membuat usaha ini berhasil, pemerintah Belandar akan mengalokasikan dana sebanyak 100 juta euro untuk meningkatkan jumlah jalan dan tempat parkir khusus sepeda.

(*)

Baca: Ronaldo Ternyata Simpan Janggut untuk Keberuntungan di Piala Dunia 2018

Baca: Mencengangkan, Kedalaman Danau Toba Ternyata Capai 1.600 Meter

Baca: Lagi, Ustadz Abdul Somad Dapat Penghinaan di Medsos, Pemuda ini Akhirnya Dikeroyok Netizen

Penulis: asmadi

Fakta-Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Berita Populer