Kanal

Selama Mudik 2018 Jasa Raharja Bangka Belitung Bayar Santunan Kecelakaan Rp 400 Juta

Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kepulauan Bangka Belitung, Dodi Apriansyah - Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA –PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Bangka Belitung telah membayarkan uang santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia selama periode arus mudik lebaran 8-22 Juni.

Adapun total santunan yang diberikan kepada ahli waris sebesar Rp 400 juta, jumlah ini belum termasuk santunan kepada korban luka akibat kecelakaan lalulintas yang dirawat di rumah sakit.

Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kep. Bangka Belitung, Dodi Apriansyah menyampaikan jumlah ini mengalami penurunan sekitar 33,33% dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2017.

“Selama periode Arus Mudik Lebaran 2018 ini, kami bergerak cepat untuk memberikan dana santunan kepada Ahli Waris korban kecelakaan,” ungkap Dodi Apriansyah kepada Bangkapos.com, Minggu (24/6).

Selain itu, Dodi Apriansyah menambahkan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pihaknya telah menempatkan Petugas Jasa Raharja di Posko Terpadu PAM Lebaran.

Posko tersebut, tersebar di seluruh Kabupaten dan bekerjasama dengan Instansi terkait selama periode Arus Mudik/Balik H-7 sampai dengan H+7 Lebaran.

Tidak hanya itu, PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kepulauan Bangka Belitung juga membuka Pelayanan Kesehatan Gratis di beberapa lokasi strategis seperti Terminal, Pelabuhan dan Bandara.

Selanjutnya Dodi Apriansyah mengimbau kepada masyarakat yang telah melaksanakan mudik lebaran dan sudah kembali ke daerah asal, agar tetap mengutamakan keselamatan, patuhi peraturan lalu lintas dan jaga kondisi tubuh.

“Diharapkan pasca Arus Mudik Lebaran 2018 ini masyarakat lebih disiplin dalam berkendara sehingga tidak bertambah lagi korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas,” harap Dodi Apriansyah.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer