Kanal

Masih Tergantung Tangkapan di Laut, Begini Manisnya Laba Segar dari Cumi-cumi Laut Bangka

Perahu nelayan yang ditambat di Pantai Matras Sungailiat Bangka - bangkapos/nurhayati

"Pasokan cumi-cumi  tergantung dengan musim. Masa panennya di tiap daerah beda sedikit, kalau di sini Oktober sampai April," jelas Basri Hidayat, pembudidaya cumi-cumi asal Bangka.

Selain bergantung pada siklus alam, I Nyoman Turut, nelayan sekaligus pembudidaya asal Denpasar menjelaskan, keberadaan cumi-cumi juga bergantung pada terumbu karang, yang menjadi tempatnya bertelur dan mencari makanan.

Sayang, sekarang terumbu karang di perairan Indonesia banyak yang rusak.

Nyoman dan nelayan di sekitar Denpasar pun mulai membudidayakan terumbu karang untuk memulihkan kembali habitat cumi-cumi.

Basri dan Nyoman membudidayakan cumi-cumi di laut lepas menggunakan atraktor.

Alat tersebut dipasang di habitat asli cumi-cumi, sebagai tempat bertelur. 

Setelah sang induk bertelur, barulah telur-telur tersebut dipindahkan ke karamba jaring apung untuk ditetaskan.

"Atraktor ini sebenarnya alat sejenis rumpon dengan desain menyerupai bentuk kelopak bunga," jelas Nyoman. Biaya pembuatan atraktor berkisar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per unit.

Atraktor memang sengaja dibuat sedemikian rupa agar cumi-cumi betah berada di dalam sarang buatan ini. Seperti adanya serabut-serabut mirip tumbuhan laut, tempat cumi-cumi meletakkan telurnya.

Lalu, bagian atasnya ditutup plastik hitam agar kondisi dalamnya gelap, tak tersentuh cahaya matahari. Asal tahu saja, cumi-cumi merupakan hewan yang aktif di malam hari.  

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kontan

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer