Kanal

Beras Tembus 70,15 Ton, DPMPPSPP Pastikan Stok Beras hingga Tapioka di Basel

Beras - matanews.com

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPPSPP) Kabupaten Bangka Selatan, mencatat stok beras yang tersimpan di gudang sub distributor daerah sebanyak 79,15 Ton. Jumlah Stok beras ini dipastikan cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat beberapa bulan kedepaan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan DPMPPSPP Bangka Selatan Saleh, mengatakan 79,15 ton ini merupakan jumlah keseluruhan stok yang ada di tujuh gudang sub distributor atau agen beras yang ada di daerah itu.

Di gudang sub distributor milik Supardi Rustam di Jalan Jendral Sudirman Toboali ada sebanyak 35 Ton, Thj Kwet Fo 6 Ton dan Luwandi sebanyak 15 ton serta agen beras Wandi menyimpan sebanyak 3 ton.

Selain itu, jumlah stock beras di gudang sub distributor lainnya seperti milik Asen sebanyak 15 ton, Junaidi 750 Kg dan gudang milik Toni sebanyak 4 ton.

"Untuk saat ini stok beras diangka 79,15 Ton. Dan ini merupakan data terakhir yang kami himpun di bulan mei, namun untuk data persedian bulan juni akan di hitung pada Juli 2018," kata Saleh di Toboali, Jumat (6/7/2018)

Stok Gula, Terigu dan Tapioka di Basel Juga Aman

Tak hanya stok beras, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPPSPP) Kabupaten Bangka Selatan jugaa memastikan stok kebutuhan pokok lainnya juga aman.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan DPMPPSPP Bangka Selatan Saleh, mengatakan Untuk Stock gula pasir yang ada di sub distributor dan agen ada sebanyak 50,5 ton.

Sementara untuk tepung terigu ada diangka 13 ton, tapioka 6,4 ton dan kacang hijau sebanyak 2,3 ton.

"Selain beras, stok kebutuhan bahan pokok lainnya yang ada di gudang sub distributor ataupun agen yang ada didaerah itu di perkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat beberpa bulan kedepan," ujar Saleh.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer