Kanal

Penetapan Walikota Pangkalpinang Terpilih Menunggu Keputusan dari MK

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang, M. Yusuf - dok bangka pos

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU Kota Pangkalpinang) memastikan penetapan Wali Kota - Wakil Walikota Pangkalpinang masih menunggu Surat Keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), meskipun ada gugatan atau tidak ada gugatan dari Pasangan Calon (Paslon) tetap harus menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (9/7/2018). 

Ketua KPU Kota Pangkalpinang, M Yusuf, mengatakan, untuk menetapkan pemenang Pilwako di Kota Pangkalpinang, pihaknya masih harus menunggu hasil putusan yakni Surat Keputusan dan rilis dari MK.

"Penyebabnya, KPU masih harus menunggu SK serta rilis dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengetahui daerah mana saja yang mendapatkan gugatan terhadap hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 tersebut," jelas yusuf kepada Bangkapos.

Ia juga mengatakan, MK baru akan memberikan rilis diperkirakan pada 23 Juli 2018. Jadi setelah tanggal itulah KPU baru bisa menetapkan calon walikota terpilih.

"Seharusnya penetapan calon walikota terpilih sudah dilakukan tiga hari setelah KPU mengadakan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota atau kabupaten," tuturnya.

Di sisi lain rilis dari MK baru dilakukan 18 hari setelah ada rapat pleno KPU. Lamanya rilis MK ini dikarenakan banyaknya daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Diketahui, berdasarkan rapat pleno KPU Pangkalpinang, pasangan no urut 3 yakni Maulan Akli - Sopian memperoleh suara tertinggi sebesar 31.792.

Sementara itu 3 pasangan lainnya memperoleh hasil suara yaitu paslon 1 Rinaldi - Sarjulianto memperoleh suara 6.562. Paslon 2 Saparuddin-Edison memperoleh suara sebanyak 25.283 dan paslon 4 yakni Endang - Ismiryadi memperoleh suara sebanyak 12.812, suara.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer