Kanal

Apabila Memenuhi Unsur Dosen Ini Sebut Permainan Ketangkasan Sama dengan Judi

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Haryadi - Istimewa

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Haryadi mengatakan terjadinya pro dan kontra dalam permainan ketangkasan elektronik dimasyarakat biasanya terkait dengan adanya penilaian dari publik bahwa permainan tersebut mengandung unsur perjudian.

"Dari sudut pandang yuridis, dikatakan ada aktivitas perjudian apabila memenuhi unsur-unsurnya, yaitu tiap-tiap permainan dimana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada keberuntungan belaka," jelasnya kepada Bangkapos,  Selasa (10/7/2018).

Ia juga menambahkan,  karena pemainnya terlatih atau lebih mahir, termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yg turut berlomba atau bermain.

"Demikian juga segala pertaruhan lainnya, Apabila unsur diatas terpenuhi maka permainan tersebut bisa dikategorikan sebagai perjudian. Sebagai contoh kasus permainan ketangkasan disuatu daerah yg kemudian diproses hukum dikarenakan hasil dari permainannya berupa kartu yang selanjutnya dapat ditukar dgn uang," tegasnya.

Padahal seyogyanya permainan itu sifatnya hiburan yang biasanya berhadiah barang, seperti boneka, ataupun lainnya. Kemudian tempatnya juga terbuka 24 jam dan terakhir tidak mendapat izin dari dinas pariwisata.

"Jadi untuk mengkategorikannya sebagai praktik judi atau bukan, tidak semata berpedoman pada KUHP atau UU, tetapi juga melihat regulasi lain yg berlaku didaerah. Semisalnya Perda dipangkalpinang harus juga  melihat tentang perda perizinan usaha yang mengatur  mekanismenya, termasuk melibatkan masyarakat sekitar," jelasnya.

Dwi juga mengatakan,  biar bagaimanapun usaha permainan akan berada ditengah masyarkat dan akan berdampak langsung.

"Begitupula dengan perda ketertiban umum yang didalamnya diatur bahwa dilarang adanya aktivitas perjudian sebagai bagian dari ketertiban sosial. Jadd intinya, perihal permainan ketangkasan elwktronik ini harus dilihat tidak hanya dari sisi terpenuhinya legalitas perizinan, tetapi juga dari aspek yuridis dan sosiologis agar dikemudian hari tidak menimbulkan persoalan bahkan konflik sosial," tutupnya.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer