Kanal

Amankan Aset, PT Timah Tbk Terapkan Program Kemitraan Dengan Masyarakat

Pihak PT Timah Tbk mengundang wartawan makan bersama untuk meningkatkan silaturahmi terkait program PT Timah Tbk, Rabu (11/7/2018) di Restoran Raja Laut. - Bangka Pos / Nurhayati

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--PT Timah Tbk saat ini menerapkan program pola kemitraan melibatkan masyarakat yang selama ini marak melakukan penambangan ilegal di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik perusahaan BUMN tersebut.

Untuk itu PT Timah Tbk melaksanakan pola operasi produksi dengan memaksimalkan sinergitas masyarakat dalam aktivitas penambangan total sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Pernyataan ini juga disampaikan Kahumas PT Timah Tbk Anggi Siahaan untuk meluruskan tudingan pihak Satpol PP Kabupaten Bangka terkait yang menyatakan PT Timah Tbk menampung timah ilegal dari penambang TI saat melakukan dengan penertiban tambang TI di depan Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat.

"Pola-pola perusahaan sekarang ini dasarnya adalah regulasi dan itu dimungkinkan. Dikeluarkanlah program tahun ini berbasis kemasyarakatan karena sebenarnya yang dikeluarkan itu adalah konservasi yang merupakan program recovery. Apa itu recovery penambangan yang menyisakan kemudian kita optimalkan, itu sesuai regulasi Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018," jelas Anggi saat jumpa pers, Rabu (11/7/2018) di Restoran Raja Laut.

Untuk itu PT Timah Tbk mengaplikasikan peraturan menteri tersebut guna memaksimalkan kemitraan bersama masyarakat. Ditegaskannya yang dilakukan perusahaan dasarnya adalah regulasi.

Selain itu juga berdasarkan Kepres Nomor 63 Tahun 2004 mengenai pengamanan objek nasional dimana IUP PT Timah Tbk juga merupakan objek vital nasional. Hal ini berkaitan juga dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan.

"Apakah kemudian menjadi salah atau benar kami kira dasarnya adalah regulasi," kata Anggi.

Dia menyatakan, yang dilakukan PT Timah Tbk adalah pola pengamanan aset milik perusahaan berbasis kemasyarakatan.

"Beberapa pengamat juga bicara begitu, ini adalah pola pengamanan berbasis masyarakat. Artinya perusahaan sekarang care (peduli-red) terhadap pola-pola kemitraan berbasis kemasyarakatan. Memang betul ke depan kita punya PR untuk menyempurnakan ini sehingga pola produksi berbasis masyarakat menjadi lebih sempurna," jelas Anggi.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer