Kanal

Kulat dan Madu Pelawan Kebanggaan Desa Simpang Tiga

- Ist

BANGKAPOS.COM- POTENSI murni dari sektor alam seperti madu dan kulat Pelawan menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Simpang Tiga Kabupaten Bangka Barat, namun pengelolaan dan pemanfaatnya belum optimal.

Diakui Kepala Desa Simpang Tiga, Sartojoyo pengelolaan dan pemanfaatan madu dan kulat Pelawan masih belum optimal dan diatur sedemikian rupa sehingga madu dan kulat Pelawan yang selama ini dijual secara masing-masing oleh warga desa kini sudah bisa dijual dengan merek Desa Simpang Tiga. Sehingga Desa Simpang Tiga menjadi landmark-nya kulat dan madu Pelawan di Kabupaten Bangka Barat.

"Alhamdulillah Desa Simpang Tiga untuk urusan sumber daya alam cukup melimpah seperti hutan, hasil perkebunan, sampai kulat dan madu Pelawan. Khusus untuk madu dan kulat Pelawan saya akui pemanfaatan dan pengelolaan masih terdapat kekurangan, terutama sumber daya manusia dan tempatnya.

Pemdes Simpang Tiga sudah merencanakan untuk menjadikan satu lokasi khusus untuk pengelolaan kulat dan madu Pelawan seperti pemanfaatan hutan khusus karena sayang sekali kalau hasil asli dari desa ini dijual dan menjadi kebanggaan daerah lain tanpa desa ini mendapatkan manfaat jangka panjang dari itu," kata Sartojoyo.
Selain madu dan kulat Pelawan, Desa Simpang Tiga juga tergolong masih banyak didapati hutan yang lebat sepanjang jalan masuk ke desa ini, sehingga suasana yang adem dan sejuk sangat terasa untuk siapa saja.

Dari sektor pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun kebelakang sampai kedepannya, Pemdes Simpang Tiga sudah banyak dan sedang dilakukan. Hal ini guna menunjang dan sebagai bentuk tanggungjawab Pemdes sekarang dalam menciptakan serta memudahkan warga dalam beraktifitas sehari-hari seperti jalan usaha tani, jalan-jalan gang yang diperbaiki, PAUD, posyandu, perpustakaan desa, gedung pertemuan dan terdapat pula aula.

Dilanjutkannya, dari sektor penghidupan sehari-hari warga desa ini banyak berkebun lada, sawit dan karet, namun lebih dominan adalah lada dan kebanyakan kebun milik pribadi.
Ditambahkannya, Bumdes Simpang Tiga sendiri bergerak di sektor perkebunan sawit dan perdagangan LPG, pengisian bahan bakar kendaraan bermotor, penggilingan padi beras merah, dan sektor pengisian isi ulang air.

Desa Simpang Tiga juga memiliki tradisi adat yang setiap tahunnya dirayakan yaitu sedekah kampung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan beragam kegiatan keagamaan dilaksanakan dan pada hari itu juga banyak tamu undangan maupun kerabat keluarga masyarakat desa simpang tiga turut hadir meramaikan. (adv)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer