Kanal

Gurihnya Kerupuk Angka Delapan Sungaiselan, Dijual Hingga ke Luar Daerah

Kerupuk angka delapan dan cara pembuatannya. - Bangkapos/adinda rizki amanda

Laporan Wartawan, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kerupuk angka delapan sangat digemari. Selain bentuknya unik karena menyerupai angka 8, rasanya pun enak dinikmati.

Tak heran jika makanan khas Sungaiselan Bangka Tengah ini laris manis di pasaran.

Rusdiana (35), Warga Sungaiselan, melakoni bisnis kerupuk itu sudah sejak lama.

Bisnis kerupuk merupakan usaha yang sudah turun temurun di keluarganya.

Ia mewarisi usaha tersebut dari ibunya Salnadia (61) sejak Tahun 1990 silam.

"Usaha ini sudah menjadi bisnis turun termurun. Dulunya ibu saya, sekarang diturunkan ke saya," kata Rusdiana (35), kepada Bangka Pos saat meninjau lokasi pembuatan kerupuk yang ia geluti, Sabtu (14/7/2018).

Dalam sehari ia bisa memproduksi sebanyak 3 karung atau 120 bungkus kerupuk.

Dagangan itu ia pasarkan hingga ke luar Bangka Belitung. "Kalo dekat lebaran produksinya malah lebih besar, bisa sampai 4 atau 5 karung," katanya.

Kerupuk tersebut dibuat menggunakan bahan dasar utama daging ikan kepetek dan tepung sagu atau tepung kanji. 

Cara membuatnya pun terbilang gampang, siapkan daging ikan kepetek, sagu, garam, telor dan bumbu penyedap.

Jika semua bahan telah siap, campurkan daging ikan kepetek garam, bumbu penyedap dan telur yang kemudian diaduk hingga merata.

Setelah itu campurkan tepung sagu atau tepung kanji, sedikit demi sedikit hingga adonannya menjadi kalis.

Kemudian gulung memanjang dan bentuk memutar seperti angka 8. Setelah itu adonan yang sudah terbentuk, digoreng hingga warna kecoklatan dan siap dipasarkan seharga  Rp 10 ribu.perbungkus.(*)


Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer