Kanal

Video: Sempat Dikabarkan Mati, Ternyata Ini yang Terjadi Dengan Buaya Jumbo di Kayu Besi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berbagai persepsi soal penangkapan buaya di Sungai Desa Kayubesi, Kecamatan Puding Besar, Bangka, Kamis (19/7/2018).

Ada yang menyebut buaya itu sudah mati pasca penangkapan, dan ada pula yang beranggapan buaya hanya pingsan atau tak sadarkan diri.

Namun apapun yang terjadi, yang jelas buaya ini jadi tontonan warga, dalam kondisi terikat dan menebar bau amis, dikerumuni lalat.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kapolsek Puding Besar AKP Fahruddin, Kamis (19/7/2018) memastikan buaya itu sudah mati.

Sedangkan Kades Kayubesi, justru menyebut buaya hanya pingsan atau tak sadarkan diri, atas perintah sang pawang atau dukun.

"Penangkapan buaya ini oleh masyarakat dipimpin ahlinya, yaitu Bapak Syarif (Pawang) dari Desa Bukitlayang (Kecamatan Bakam), mulai Tanggal 2 Juli 2018 lalu. Hasilnya, baru pagi ini dapatnya," katanya.

Pasca penangkapan buaya, polisi langsung turun ke desa tersebut mengamankan situasi. Namun saat tiba di lokasi, polisi melihat buaya dalam kondisi lemah, tak bergerak atau mati.

"Seyogyanya buaya sudah dikuburkan karena saat kita datang ke TKP, buaya sudah mati," katanya.

Namun kata Kapolsek, pihak desa berkeinginan memajang hasil tangkapan agar warga bisa melihatnya. Pihak desa berharap bagi warga atau pengunjung dapat memberi uang sumbangan sukarela yang nantinya akan disrerahkan kepada korban atau sang pawang.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer