Kanal

Lesehan Green dan Ayam Geprek ketiban Rezeki TCOF season III

Pengunjung saat menikmati hidangan di lesehan green Toboali Bangka Selatan - Ist

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perhelatan Toboali City On Fire (TCOF) season III, baru saja berakhir, Minggu (30/7/2018) malam. 16 rangkaian event TCOF season III tersebut berlangsung sukses.

Puncaknya pada event pawai Telok Serujo, Fashion Karnaval, Nganggung 1000 dulang dan ditutup dengan konser dan aksi panggung Anji, di pantai Laut Nek Aji Toboali Bangka Selatan, Minggu (30/7/2018) tadi malam.

Kehadiran mantan vokalis drive tersebut mampu menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung. Tak hanya sektor pariwisata saja, namun perhelatan TCOF juga memberikan kontribusi kepada para pelaku usaha dan UMKM di Bumi Junjung Besaoh. Khususnya di bidang kuliner.

Salah satu sektor kuliner yang mendapat berkah dari event tersebut yakni lesehan Green Toboali dengan menu favoritnya
lempah ikan semilang, lempah pangut ikan pari, lempah burung punai (musiman), lempah ayam kampung, ikan bakar bumbu Toboali, lempah darat, tumis kulat pelawan (musiman) dan tumis jantung pisang

Menurut owner lesehan green Suhardi Joy, sejak adanya event tersebut omzet lesehannya naik berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Tak hanya pengunjung dari Toboali saja, namun sejumlah tamu undangan dan wisatawan luar juga menyempatkan diri mencicipi menu khas lesehan green.

" Alhamdulillah selain wisata, sejak pembukaan hingga penutupan TCOF, omzet di lesehan kami meningkat drastis. Mereka yang datang tak hanya dari Toboali saja, tapi juga tamu-tamu dan wisatawan yang dari luar kota," ujar Suhardi Joy kepada sejumlah awak media, Senin (30/7/2018) siang.

Suhardi Joy optimis, tak hanya dirinya saja, namun dampak serta kontribusi perhelatan TCOF season III juga dirasakan pelaku usaha kuliner lainnya. Untuk itu dirinya berharap, event semacam ini terus digalakkan guna memajukan potensi wisata dan kuliner Bumi Junjung besaoh.

" Saya yakin dengan membludaknya pengunjung TCOF ini, tidak hanya kami yang merasakan kontribusinya, namun juga pelaku usaha rumah makan lainnya," pungkasnya.

Sementara, Bayu wisatawan asal Pekanbaru Kepulauan Riau, mengungkapkan rasa sukanya terhadap menu yang disajikan Lesehan Green. Tak hanya rasanya, lanjut bayu pelayanan yang ramah dan tempatnya yang santai dan sederhana bernuansa adat melayu, membuat dirinya dan rombongan merasa betah berlama-lama sembari menikmati kuliner di Lesehan tersebut.

" Saya sudah keliling Indonesia, tapi disini ada kuliner daerah yang rasanya sangat khas kayak lempah kuning ikan semilang dan tumis jantung pisang yang sangat berbeda dibanding masakan di daerah lainnya. Bumbuh rempahnya terasa original sekali," ungkap Bayu.

Senada dengan Sinta owner ayam Geprek dibilangan Jalan Jenderal Sudirman Toboali. wanita berkulit putih itu mengaku, sejak launching, omset ayam jabriknya diserbu pembeli. Tak hanya menu andalam ayam Geprek, namun menu lain seperti nasi goreng kampung, mie goreng racikannya ludes di borong pengunjung dan penonton TCOF season III.

" Alhamdulillah launching kami bertepatan dengan puncak pagelaran TCOF. Alhasil sejak pagi hingga malam hari pegawai kami kewalahan melayani banyaknya pembeli yang datang. Omzet kami pun membludak drastis," katanya.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer