Kanal

Pembakar Ponton Tambang Ilegal Divonis Paling Tinggi Sembilan Bulan

Sidang Kasus Pembakaran Ponton Tambang - Youtube

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus pembakaran ponton tambang ilegal (TI) Laut Tempilang Bangka Barat, telah diputuskan dalam persidangan.

Terdakwa pelaku dijatuhi hukuman masing-masing enam hingga sembilan bulan. Putusan ini diterima oleh para terdakwa.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Siamanjuntak diwakili Humas II, R Narendra Mohni dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (1/8/2018) menjelaskan seputar putusan yang dikeluarkan oleh majelis hakim dipimpin, Jhonson Parancis. Terhadap kasus di Tempilang ini ada empat berkas.

Berkas pertama atas nama Terdakwa Santo Kusuma Atmaja. Bahwa majelis hakim sepakat dengan penuntut umum bahwa perbuatan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana.

"Yaitu Terdakwa Santo Kusuma Atmaja menyuruh melakukan dengan sengaja menyebabkan pembakaran dan dapat menimbulkan bahaya umum bagi barang. Terhadap Terdakwa Santo Kusuma Atmaja dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan terdakwa menyatakan sikap menerima," kata Narendra.

Sementara menyangkut pelaku lainnya di kasus pembakaran yang sama, yaitu terdakwa Samantuka dan terdakwa  Tomi Priyadi juga diyakini terbukti bersama-sama melakukan pembakaran, dan dijatuhi pidana masing-masing enam bulan.

"Kemudian untuk Terdakwa Saudi dan Terdakwa Angga, juga sama terbukti, kategorinya sama, dijatuhi masing-masing pidana selama enam bulan," tambahnya.

Namun lanjut Narendra, bahwa Terdakwa Angga juga diadili dalam berkas berbeda. Pada berkas perkara ini, Terdakwa Angga  dianggap melanggar hukum  bersama Terdakwa Tohri. 

Pada berkas perkara keempat, Terdakwa Angga, dijatuhi pidana lebih ringan, yaitu tiga bulan penjara.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer