Kanal

Imunisasi Meases Rubella Halal atau Haram? Inilah Fakta Sebenarnya

Ilustrasi - Tribun Lampung

BANGKAPOS.COM -- Rencana pemerintah melakukan eliminisi penyakit campak measles Rubella melalui imunisasi menuai polemik. Status vaksin yang belum terverifikasi halal membuat masyarakat ragu.

Di Bangka Belitung, sosialisai pemberian imuniasi MR telah dilakukan. Namun pelaksanaannya terpaksa ditunda.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan pihaknya menunda sementara pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di Babel lantaran adanya persoalan belum adanya sertifikasi halal vaksin rubella.

Semula, direncanakan pemberian imunisasi yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ini akan dilaksanakan pada Agustus hingga September mendatang.

Fatah mengatakan pihaknya menunda pelaksanaan imunisasi hingga menunggu kejelasan dari pemerintah pusat terkait kehalalan vaksin dan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Hal ini akan dibahas secara nasional, kita akan menunggu kepastian kapan akan dimulai, persiapan sudah kita lakukan vaksinasi, tinggal bagaimana menunggu pemerintah pusat, kapan kita akan melaksanakan secara langsung," kata Fatah, Rabu (1/8/2018).

Berikut fakta-fakta tentang imunisasi MR:

1. Tak Ada Obat untuk Penyakit Campak dan Rubella

Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak (measles) dan pengendalian penyakit Rubella (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020. Salah satu strateginya dengan melaksanakan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR).

Kampanye Imunisasi MR yang dilaksanakan dua fase, pada Agustus-September 2017 dan bulan yang sama pada tahun 2018 adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal.

Halaman
1234
Penulis: teddymalaka
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com

Video Kronologi Karyawan Rumah Makan Dilempar Gelas oleh Pelanggan karena Lama Nunggu Pesanan

Berita Populer