Kanal

Pemerintah Seharusnya Melibatkan Pedagang Saat Membangun dan Menata Pasar

Suasana Pasar Pagi Pangkalpinang - Dok/Bapos

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Heru (30), pedagang daging ayam di badan jalan depan teras BRI, kawasan Pasar Induk Pangkalpinang, mengatakan, pemerintah seharusnya melibatkan para pedagang tiap kali hendak membangun atau menata pasar.

Hal ini ia sampaikan mengenai rencana Pemkot Pangkalpinang untuk menata para pedagang.

Menurut dia, sering kali rencana pemerintah mengatur pasar tak berjalan karena pedagang tak dilibatkan saat perencanaan.

"Seharusnya melibatkan pedagang. Duluk e mereka dak betanyak kek pedagang waktu mereka bangun tu, maka e dak ditempati. Misalnya, bangun pasar untuk tukang ikan, tanya tukang ikan, seperti apa maunya," kata Heru saat ditemui Bangka Pos, Senin (6/8/2018) sore.

Heru sadar lapak-lapak pedagang ayam saat ini tak beraturan.

Di kawasan Pasar Induk Pangkalpinang, letaknya terpisah-pisah di sejumlah titik seperti di dekat pasar Atrium, pasar ikan, pasar ayam lama, di pinggir jalan Teras BRI.

Dia mengatakan pasar Kemangi tak ditempati pedagang ayam karena tidak adanya fasilitas, seperti air dan lampu, di pasar tersebut. Selain itu, jalan di sekitar pasar juga becek dan tak memiliki tempat parkir.

Heru ‎mengaku setuju jika pemerintah ingin merelokasi pedagang ayam asalkan fasilitas dilengkapi dan relokasi pedagang ayam dilakukan secara menyeluruh.

Pedagang, kata dia, juga mau berjualan dengan tenang tanpa harus khawatir ditertibkan Satpol PP.‎

"Kalau tempat e lah layak,lah lengkap fasilitas e, pedagang masih tidak mau, baru itu urusan Satpol PP nertibkannya," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer