Kanal

Plt. Wali Kota Pangkalpinang Tinjau Bangunan Pasar Kemangi yang Kumuh, Begini Rencana Pemerintah

Tinjau Pasar, Plt. Wali Kota Pangkalpinang M. Sopian saat meninjau bangunan pasar Kemangi, kawasan Pasar Induk, Pangkalpinang, Senin (6/8/2018). - Bangka Pos / Dedy Qurniawan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Bau tak sedap, sampah berserakan, serta lapak-lapak pedagang yang kosong dan awut-awutan terlihat saat Plt. Wali Kota Pangkalpinang M. Sopain bersama sejumlah kepala OPD dan pejabat terkait, meninjau‎ bangunan pasar Kemangi, dekat pasar daging, kawasan Pasar Induk, Pangkalpinang, Senin (6/8/2018) siang.‎

Di sini, Sopian bersama Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Akhmad Subekti, dan Kepala UPT Pasar Pangkalpinang Fauzi tampak beberapa kali berdiskusi sambil membolak-balik kertas dalam map berwarna kuning.

‎Bangunan pasar Kemangi diketahui telah dibangun beberapa tahun lalu. Sempat direncanakan untuk digunakan oleh pedagang ayam, namun bertahun-tahun pula bangunan tak kunjung ditempati hingga saat ini.

Sopian mengatakan, kunjungannya kali ini terkait rencana Pemkot Pangkalpinang untuk merelokasi para pedagang ayam dan pedagang kaki lima (PKL) lainnya di kawasan Pasar Induk.

Ia datang untuk melihat potensi titik-titik pasar yang masih bisa digunakan untuk penataan kawasan dan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan pasar.

Pemerintah, kata Sopian, juga telah mendapatkan sejumlah keluhan mengenai kesemerawutan pasar.

"Pedagang ayam ini ada 400-500 orang. Jadi banyak, selama ini, berjualannya bertabur biar. Tidak teralokasi dengan baik. Ada yang menggunakan bahu jalan, di depan-depan kios. Kami juga sering mendapat protes dari pedagang kios terkait ini," kata Sopian kepada wartawan pada kunjunganya yang berlangsung sekitar satu jam ini.

Mantan Camat Rangkui itu berharap, para pedagang kios dapat bersabar. Penataan jalan di kawasan Pasar akan mulai dilakukan pada 2019 mendatang.‎

"Kami akan berusaha. Mudah-mudahan, untuk penataan jalannya, lewat program Kotaku, 2019 itu bisa dilaksanakan," katanya.

Sementara untuk penataan lapak-lapak pedagang ayam, Sopian menyebut pihaknya masih memerlukan waktu.

Pemerintah belum bisa merelokasi para pedagang, khususnya pedagang ayam, karena sarana-prasarana pasar yang belum memadai dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan juga belum memiliki rancangan pentaan kawasan.

Menurut Sopian, pihaknya masih perlu menata ulang akses masuk-keluar pasar Kemangi terlebih dahulu. Sebab, pedagang enggan menempati pasar tersebut karena selain sarana dan prasarananya tidak lengkap, juga karena aksesnya padat dan menyulitkan pembeli.

"Akses masuk inilah yang perlu kami tata ulang. Target untuk penempatan pedagang ayam, ini masih ada masalah pada penataan kawasannya. Disperindag belum menganggarkan untuk ini. Tapi paling lama 2020 ini sudah bisa kami laksanakan," ucapnya.‎ (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer