Kanal

Begini Kata Didit Srigusjaya Soal Harga Komoditas Perkebunan Babel yang Belum Menggembirakan

Didit Srigusjaya - Dok/Bapos

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Harga tiga komoditas perkebunan Bangka Belitung seperti lada, sawit, dan karet, di tingkat petani tak kunjung menggembirakan.

Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya merespons hal ini dan mengkritik sejumlah hal yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Babel.

Didit misalnya, menilai dan mengapresiasi Pemprov Babel telah berupaya maksimal untuk mengkerek harga lada mulai dari membuat Sistem Resi Gudang (SRD) hingga berupaya memasarkan lada ke Moskow, Rusia.

Hanya saja, menurut polisi PDI Perjuangan itu, SRG saat ini belum tepat sasaran.

Pemerintah, menurut dia, terlalu ngoyo memaksakan SRG. Padahal seharusnya yang juga perlu dilakukan adalah memanggil semua penampung dan pelaku usaha lada di Babel.

"Dari dulu kami katakan, resi gudang itu tidak akan pernah sukses. Ini beda dengan pola yang dilakukan Pak Rustam dulu, mohon maaf sebelumnya. Yang kami sarankan adalah, pemerintah tolong mengundang, diajak berbicara para pembeli dan pengusaha lada di Babel ini. Bagaimanapun mereka punya peranan, jangan ditinggalkan, Pangsa pasar lada kita, mereka yang tahu," ujar Didit, Selasa (14/8/2018).

Kemudian terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, Didit mengatakan, harga rendah karena banjirnya hasil sawit di tingkat petani. Sementara saat bersama pabrik memiliki keterbatasan dalam menampung hasil panen sawit rakyat.

"Yang jelas perusahaan akan mengambil sawit mereka terlebih dahulu, baru kemudian sawit masyarakat," katanya.

Menurut Didit pula,‎ pemerintah tak pernah punya data konkret mengenai luasan total perkebunan sawit, baik punya perusahaan ataupun sawit rakyat di Bangka Belitung.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer