Kanal

Takut Ketahuan Orang, Pasangan Ini Sembunyikan Bayi di Jok Motor hingga Tewas

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata dan pelaku Dimas Sabhra Listianto menunjukan jok motor tempat menaruh bayi, Selasa (14/8/2018). - surya/danendra kusumawardana

BANGKAPOS.COM - Pil penggugur kadungan didapatkan Dimas, ayah bayi tewas setelah ditaruh jok motor,  dari perawat yang bertugas di Aceh.

Dimas membeli 5 butir Pil penggugur janin tersebut dengan harga Rp 500.000. Barang tersebut dikirim melalui pos.

"Saya membeli obat itu memakai uang pribadi. Barang itu datang 2 minggu sebelum melakukan aborsi," ujar Dimas, Rabu (15/8/2018).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); //

Setelah pil didapat,  sejoli itu pun menyewa villa di kawasan Pacet, Mojokerto, Minggu (12/8/2018).

Di sana mereka menggugurkan  bayi yang dikandung Cicik. Saat digugurkan bayi tersebut berusia 8 bulan.

var unruly = window.unruly || {};unruly.native = unruly.native || {};unruly.native.siteId = 1082418; //

"Saya tidak tahu kalau bayi itu sudah berusia 8 bulan karena saya tidak pernah memeriksakan,'' akunya.

Lalu obat penggugur tersebut pun ditenggak oleh Cicik pukul 21.00 Minggu (12/8/2018). Cicik meminum 5 butir pil tersebut secara bertahap.

"Cicik meminum obat itu setelah  makan. Pertama minum 3 butir. Tiga  jam selanjutnya dia meminum dua butir.

Obat itu ditenggak dengan cara diemut seperti permen. Ketika minum saya dan cicik dikasih arahan sama bidannya melalui ponsel," jelasnya.

Selang 12 jam pada Senin (13/8/2018) sekitar pukul 10.00 obat itu bereaksi bayi laki-laki yang dikandung Cicik pun lahir.

Baca: Begini Keseruan Nia Ramadhani dan Suami Berangkat Haji, Doa Sahabat hingga Bajunya Ikut Jadi Sorotan

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Surya

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer