Kanal

Pria ini Lepaskan Jabatan Tingginya Lalu Memulai Usaha Lain untuk Membantu Anak Autis

Luqman dan Adli sang ayah - Our Better World (www.asiaone.com)

BANGKAPOS.COM - Ketika Muhammad Luqman dapat membungkus sebungkus nasi lemak dengan tangannya sendiri, itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi remaja berusia 19 tahun itu, dan sebuah harapan besar untuk orang tuanya.

"Kami selalu khawatir dengan apa yang akan terjadi kepada Luqman ketika nanti kami sudah tidak lagi bersamanya.

Kami khawatir bagaimana dia akan melanjutkan hidup dan siapa yang akan menjaganya," ujar Mohd Adli Yahya, ayah dari Luqman.

Dikutip dari www.asiaone.com, Luqman adalah anak yang mengidap autis nonverbal (bagian dari autis dimana seseorang tidak bisa berbicara) dan Adli menyadari bahwa kesempatan Luqman untuk mendapatkan pekerjaan sangat kecil.

Ketika Luqman masih kecil, autis yang ia idap menjadi dinding pemisah antara ia dan ayahnya yang menyebabkan frustasi yang luar biasa.

Maka dari itu, ia pun memulai untuk mendisiplinkan anaknya.

Namun, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang autis, ia merasa tak berdaya ketika melihat anaknya.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Adli dan anaknya semakin meningkat waktu ke waktu.

Adli pun bertekad untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu.

Pada tahun 2016, dengan dukungan dari sang istri, Nozilan Mohammed, Adli mendirikan Autism Cafe Project untuk menolong orang tua lainnya dan orang-orang umum untuk mengetahui lebih lanjut tentang autis melalui program-program mereka.

Halaman
12
Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: teddymalaka

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer