Kanal

MUI Babel Minta Masyarakat Tak Perlu Ragu Lagi Soal Vaksin MR

Vaksin - SHUTTERSTOCK

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zayadi mengatakan pihaknya patuh pada Fatwa MUI pusat terkait vaksin Measles Rubella (MR) yang menyatakan vaksin MR boleh dilakukan.

Hal ini berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 33 tahun 2018 tentang penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Intitute Of India (SII) untuk Imunisasi diperbolehkan.

"Kita patuh pada komisi Fatwa MUI pusat, jadi setelah diadakan audit vaksin rubella itu ada unsur dari bahan babi, berarti itu haram untuk dipakai. Tetapi boleh kita pakai ketika dalam keadaan darurat Syar'iyyah," kata Zayadi, Selasa (22/8/2018).

Hal ini diperbolehkan karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

"Inikan dalam keadaan kedaruratan, darurat disini kalau kata orang yang berkompeten dalam hal ini medis anak-anak tidak diimunisasi Rubella akan memberikan dampak cacat dan bahaya lainnya, artinya ini kan darurat," katanya.

Zayadi mengatakan masyarakat tidak perlu ragu lagi, pasalnya ada kondisi darurat yang membolehkan hal itu.

"Memang vaksin itu tidak halal, tetapi boleh dipakai masyarakat Islam boleh menggunakan karena kondisinya darurat.
MUI memperbolehkan karena alasan itu, tapi nanti ketika sudah ditemukan vaksin yang halal untuk menggantikan itu, maka Rubella tidak boleh lagi digunakan," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer