Kanal

Wisata Malam Mengintai Tarsius Hewan Langka di Belitung, Mengendap-endap Pakai Senter Redup di Hutan

Tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelili'an yang ditemukan posbelitung.co bersama pengelola Bukit Peramun pada Selasa, (21/8/2018). - Bangka Pos / Adelina Nurmalitasari

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Belitung nyatanya tak hanya memiliki wisata pantai saja. Namun negeri laskar pelangi ini juga memiliki banyak potensi lainnya termasuk kekayaan fauna.

Pada Selasa (21/8/2018), posbelitung.co datang ke lokasi Bukit Peramun di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk.

Ya, tempat wisata yang siang harinya menawarkan sensasi menapaki jalan hutan serta pemandangan alam dari ketinggian ini juga menawarkan wisata malam, melihat tarsius.

Sekitar pukul 19.00, beberapa pengelola Bukit Peramun yakni Arsel Community mulai mencari primata terkecil di Indonesia ini.

Menurut Ketua Arsel Community, Adong, ada trik khusus dalam mencari tarsius, lampu senter yang digunakan harus redup yang  tak membuat hewan tersebut kabur.

Berbekal senter yang mengeluarkan cahaya merah redup dan baju lengan panjang karena memang udara yang cukup dingin serta nyamuk hutan, para pengelola akan menemani pencarian tarsius.

Perjalanan mencari hewan ini menghadirkan sensasi tersendiri. Berjalan di hutan pada malam hari berbekal senter akan menjadi pengalaman yang seru.

Tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelili'an yang ditemukan posbelitung.co bersama pengelola Bukit Peramun pada Selasa, (21/8/2018). (Bangka Pos / Adelina Nurmalitasari)

Sesekali senter yang diarahkan 1-2 meter di atas tanah juga harus diarahkan ke bawah agar kaki tak salah melangkah agar tak tersandung akar maupun lubang.

Mencari tarsius ini memang membutuhkan kesabaran. Menurut pengelola kadang bisa cepat ditemukan atau bisa lama.

Halaman
123
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: teddymalaka
Sumber: Pos Belitung

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer