Kanal

Gerbang Pembayaran Nasional Wujudkan Pelayanan Bank Makin Efisien 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika S. - Bangkapos/Yudha Palistian

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM  -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika S, mengatakan semenjak adanya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), mulai sekarang bank akan lebih efisien karena bisa interkoneksi satu sama lain.

"Nantinya tidak ada lagi ATM berjejer di mall atau mesin EDC dan ini bakal mendorong industri perbankan di Indonesia lebih efisien,"ujarnya kepada bangkapos.com , Jumat (24/8).

Upaya penerbitan GPN ini, paling utama memudahkan para nasabah perbankan untuk bertransaksi di berbagai tempat.

Hal ini karena sekarang kartu debit bisa digesek di berbagai mesin EDC.

Saat ini anggaran untuk operasional dam investasi teknologi seperti ATM dan EDC ini tidaklah sedikit. Dengan demikian, perbankan bisa memaksimalkan investasi teknologi selama ini.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu baru meluncurkan Gerbang Pembayaran National (GPN) atau national payment gateway sebagai wujud interkoneksi saling terhubung antar switching dan interoperabilitas (saling dapat dioperasikan) sistem pembayaran untuk Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika S, menjabarkan terdapat tiga sasaran utama implementasi GPN

1. Menciptakan ekosistem dari sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelment secara domestik.

2. Meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. Ketiga, meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektifitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan.

3. GPN juga dihadirkan sebagai tulang punggung guna memberikan dukungan penuh bagi program-program Pemerintah termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, elektronifikasi jalan tol dan transportasi publik, keuangan inklusif dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik sebagaimana yang telah dimandatkan dalam Perpres No. 74 Tahun 2017 tentang Roadmap E-commerce.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer