Kanal

Warga Tionghoa Desa Rebo Lakukan Arak-Arakan Simbol Dewa Untuk Laksanakan Sembahyang Rebut

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Warga Tionghoa di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka melakukan arak-arakan untuk melaksanakan Sembahyang Rebut, Jumat (24/8/2018).

Arak-arakan dari Rumah Sesepuh Masyarakat Tionghoa Desa Rebo, Thaipak Thew hingga ke Kelenteng Jaya Bakti.

Arakan tersebut tersebut membawa replika binatang berupa Ikan Rezeki, Kodok Rezeki, Kura-kura Rezeki dan Perahu Naga yang melambangkan dewa-dewa. Selain itu juga ada lambang-lambang shio binatang.

Puncak acara Sembahyang Rebut ini akan dilaksanakan Sabtu (25/8/2018) malam dimana ada pembakaran Patung Thai Se Ja yang merupakan Dewa Akhirat yang akan dilaksanakan di Kelenteng Jaya Bakti.

Menurut Thaipak Thew, arakan-arakan itu membawa utusan-utusan dewa yang disimbolkan melalui replika Ikan Rezeki, Kodok Rezeki, Kura-kura Rezeki dan Perahu Naga.

Diakuinya pantangan dalam ritual Sembahyang Rebut ini dari segi shio saat membuka mata Patung Thai Se Ja.

"Kalau kita nggak tahu nggak apa-apa tergantung dari posisi kesehatan kita juga. Kalau posisinya kesehatan kita kuat mudah-mudahan tidak apa-apa meskipun dari segi shio," jelas Taipak Thew kepada bangkapos.com di Kelenteng Jaya Bakti Desa Rebo.

Puncak Sembahyang Rebut ini akan dilaksanakan dengan pembakaran Patung Thai Se Ja dan semua simbol-simbol dewa yang dilaksanakan, Sabtu (25/8/2018) malam pada jam 24.00 WIB.

Saat menjelaskan mengenai Dewi Kuan Im yang menjelma menjadi Thai Se Ja, Thaipak Thew merasa terharu. Ia tidak bisa menjelaskan lebih detil karena tidak bisa mengungkapnya dengan kata-kata.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer