Kanal

Kapolsek Badau Nyatakan Isu Begal Hoax, Polisi Ungkap Kronologi Munculnya Isu dari Kakek 60 Tahun

Anggota Polsek Badau melakukan pantauan lapangan terkait beredarnya isu tindak pidana di daerah Dusun Tiris, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Jumat (24/8/2018) lalu. - Istimewa

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM  - Kapolsek Badau Iptu Chandra membantah adanya isu tindak pidana di wilayah Dusun Tiris, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung beberapa waktu lalu.

Bahkan dirinya menyatakan isu yang sempat menyebar di media sosial itu berita hoax.

"Ini khusus di daerah Tiris ya, jadi itu bisa dikatakan hoax. Karena kemarin anggota sudah turun ke lapangan kroscek langsung kebenaran isu itu," ujar Chandra saat dihubungi Pos Belitung, Sabtu (25/8/2018).

Ia menjelaskan isu itu pertama kali muncul dari seorang kakek berusia sekitar 60 tahun yang pertama kali mengetahui kabar tersebut.

Menurutnya sang kakek sempat mendengar suara berisik di sekitar kediamannya. Namun dirinya tidak bisa memastikan suara tersebut dari sosok manusia, hewan atau apapun.

"Beliau ngomong tidak ngeliat orang, kata beliau matanya agak kabur. Karena takut jadi beliau ngajak warga tapi sekali lagi belum bisa dipastikan apakah itu manusia, hewan atau apa," katanya.

Begitu juga terkait postingan akun instagram yang mengunggah kabar tersebut. Setelah ditemui ternyata pemilik akun itu seorang pelajar yang tinggal di daerah Tanjung Kelumpang, Kabupaten Beltim yang kondisinya jauh dari wilayah Dusun Tiris, Kabupaten Belitung.

Anggota Polsek Badau melakukan pantauan lapangan terkait beredarnya isu tindak pidana di daerah Dusun Tiris, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Jumat (24/8/2018) lalu. (Istimewa)

Oleh sebab itu, Chandra mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu yang belum dipastikan kebenarannya. Apalagi, isu tersebut disebarkan oleh orang yang tidak melihat atau terlibat langsung saat kejadian.

"Memang hoax sih, karena laporan ke kami masih nihil. Lalu tidak ada warga yang merasa kemalingan," katanya.

Meskipun demikian, Chandra tetap menyarankan agar masyarakat tetap waspada. Terutama dalam menyimpan barang di rumah sehingga tidak memancing tindak pidana tertentu.

"Misalnya kalau motor itu kuncinya dicabut. Intinya lebih waspada saja, kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal kita," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer