Kanal

Gelar Perayaan Ulambana, Puri Tri Agung Bagikan 2.000 Pack Beras untuk Warga Miskin

Bakti sosial pembagian beras kepada keluarga tidak mampu saat perayaan Ulambana, Senin (27/8/2018) di Puri Tri Agung - istimewa

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati 

BANGKAPOS.COM -- Tempat Peribadatan Puri Tri Agung Sungailiat, Senin (27/8/2018) kembali menggelar perayaan Ulambana.

Perayaan ini dilaksanakan setiap tahun menjadi agenda tetap di Puri Tri Agung dalam memperingati Hari Chit Ngiat Pan atau yang dikenal dengan Sembahyang Rebut.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan hiburan musik, atraksi Barongsai, tari tradisional dan festival kuliner dengan menyajikan berbagai makanan khas Bangka.

Pada malam perayaan Chit Ngiat Pan ini pihak panitia menyajikan kuliner gratis bagi semua pengunjung yang datang. Beberapa makanan sudah disiapkan seperti martabak Bangka, thew fu fa, kopi, air minum kemasan dan hidangan lainnya yang bisa diambil oleh masyarakat sepuasnya. 

Sebelumnya pelaksanaan Chit Ngiat Pan dimulai pada jam 09.00 WIB, pihak panitia mengadakan kegiatan bakti sosial yang dibuka oleh Ketua Yayasan Yusni Lestari didampingi Penasehat Yayasan Yusman Ngui Ketua Harian Yayasan Then Yohnnes dan Wakil Ketua Yayasan Bambang Pattijaya.

Kegiatan bakti sosial tersebut  berupa pembagian beras bagi warga kurang mampu yang berada di sekitar Tempat Peribadatan Puri Tri Agung seperti Rebo, Rambak, Teluk Uber, dan Jelitik.

Bakti sosial pembagian beras kepada keluarga tidak mampu saat perayaan Ulambana, Senin (27/8/2018) di Puri Tri Agung (istimewa)

Warga dari kalangan kurang mampu yang mendapat pembagian beras diserahkan pihak panitia berdasarkan data dari para kepala lingjungan (kaling).

"Ada sekitar 2.000 pack yang satuannya lima kilogram beras. Donaturnya menyumbang total sebanyak 11,3 ton," kata Yohannes.

Selain pembagian beras kepada warga menurut Ketua Pelaksana Acara Then Yohannes pihaknya melakukan blessing atau berkat untuk bangunan putih yang sudah selesai dilaksanakan.

Bangunan putih yang berada di samping  Puri Tri Agung tersebut untuk mess atau tempat tinggal para sangha dan murid-murid untuk melakukan pendidikan di lantai dua gedung tersebut.

"Kita pada jam 10.00 pagi sudah mulai sembahyang di dalam Puri Tri Agung sampai selesainya nanti jam 18.15 WIB kemudian dilanjutkan dengan hiburan dan terakhir kita ada sembahyang rebut jam 22.00 WIB malam dan acara ditutup kurang lebih jam 23.00 WIB malam. Kita sediakan hiburan live music dan makanan khas Bangka martabak dan thew fu fa, kopi dan hidangan lainnya," jelas Yohannes. 

Dia berharap masyarakat bisa hadir untuk menikmati hiburan dan bagi masyarakat umat Budha dan Konghucu bisa mengikuti sembahyang Chit Ngiat Pan.

"Kegiatan ini untuk pelimpahan jasa kepada para leluhur, kita mendoakannya oleh para guru kita, mendoakan para arwah yang sudah mendahului kita supaya pelimpahan atau perbuatan baik kita dilimpahkan ke mereka," jelas Yohannes.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer