Kanal

Bangka Tengah Belum Miliki Perda Lindungi Hewan Langka

Dua ekor Green Sea Turtle atau penyu ditemukan tewas mengenaskan, di pesisir pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Minggu (26/8/2018) pukul 14.30 WIB. - Ist

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Matinya dua penyu di pesisir Pulau Panjang dan sering ditangkapnya hewan lainya seperti ikan duyung di perairan Bangka Tengah menjadi masalah tersendiri.

Pasalnya saat ini Kabupaten Bangka Tengah tidak memiliki Peraturan daerah (Perda) untuk melindungi hewan yang dilindungi itu.

Ketua Komisi I DPRD Bangka Tengah Mehoa mengatakan bahwa, saat ini Kabupaten Bateng belum memiliki perda itu, menurutnya kedepan perlu diajukan baik dari legislatif atau eksekutif untuk mengajukanya.

"Perdanya tidak ada untuk penanganan hewan langka yang dilindungi seperti pernah ikan duyung yang ditangkap, selain kasus penyu ini dan kalau tidak ada perdanya itu bisa disalahgunakan, dan apabila ada kita juga bisa membantu mensosialisasikanya,"kata Politisi PDIP ini kepada wartawan, Selasa (28/8/2018)

Ia menambahkan, bahwa dengan adanya perda itu maka hewan langka seperti penyu dan duyung akan bisa dilindungi serta diperhatikan oleh pihak Pemerintah Kabupaten nantinya.

"Karena setiap tahun ini, ada penganggaran dari APBD untuk penangkaran penyu termasuk telurnya yang tidak boleh dijual lagi, Perdanya kita belum ada, aturan ini sebenarnya harus jelas, harus dimunculkan dari eksuktif atau legislatif harus diusulkan nanti,"lanjutnya

Mehoa menambahkan,  perlu di tindak apabila ada warga yang menyalahi aturan dan pemanfaatan terhadap hewan itu.

"Sebenar itu tergantung masyarakat juga niat sepeti apa, ingin mereka konsumsi pribadi dengan berbagai alibikan, atau untuk apa, karena hewan langka, sehingga harus cepat menyebar informasi larangan itu, perlu Perda untuk melindungi dan mensosialisasi itu,"katanya

Terpisah Kepala resort KSDA Wilayah Bangka Belitung, Yusmono dirinya mengutuk keras siapa pun pelaku yang menangkap dan membunuh kedua penyu hijau di pesisir pulau panjang, Bangka Tengah.

"Selain merupakan satwa yang dilindungi penyu hijau juga populasinya semakin mengkhawatirkan. Kami minta para pemburu penyu untuk berhenti melakukan penangkapan penyu maupun mengambil telurnya,"katanya

Ia juga berharap aparat penegak hukum baik polisi, Polair maupun Gakkum LHK bisa menangkap para pemburu satwa dilindungi ini.

"Saran saya perlu ada koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait seperti KKP, BKSDA, Pemda dan kepolisian untuk menghentikan aktivitas penangkapan satwa dilindungi,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer