Kanal

Dambus Buatan Mulkan Diminati di Luar Babel hingga Turis Mancanegara

Mulkan sedang menyetel alat musik dambus buatannya - Bangka Pos / Edwardi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Alat musik petik khas masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Dambus ternyata sudah banyak dikenal para seniman dan para kolektor/pecinta karya seni dari luar daerah Babel, bahkan ke mancanegara.

Salah satu pengrajin atau pembuat alat musik dambus, yakni Mulkan, warga Kelurahan Pintu Air Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang sudah puluhan tahun menekuni pekerjaannya.

Di rumahnya, Mulkan sehari-hari membuat dan mengerjakan alat musik dambus yang terbuat dari kayu khusus, seperti kayu nangka dan jati daun kecil.

"Memang yang paling bagus itu bahan baku untuk membuat dambus dari kayu nangka namun saat ini sulit mencarinya. Kalau kita mau beli pohon nangka ke masyarakat biasanya tidak mau dijual, tapi kalau ada orang yang menebang sendiri pohon nangkanya bila kita minta pohonnya malah diberikan cuma-cuma," kata Mulkan yang ditemui di rumahnya, Selasa (28/08/2018).

Menurutnya, bahan baku dambus dari kayu nangka ini kuat dan tahan lama, serta tidak mudah lapuk.

Berbagai alat musik dambus buatan Mulkan (Bangka Pos / Edwardi)

"Suara petikan musik dambus juga nyaring dan merdu didengar cuma kendalanya saat ini sulit didapatkan, tapi dari hasil pengalaman selama ini bahan baku bisa digantikan dengan kayu jati daun kecil dan hasil suaranya juga sama dengan kayu nangka," ujarnya.

Ditambahkannya, dalam satu bulan hanya bisa membuat satu alat musik dambus dambus saja, karena hanya mengerjakan sendirian.

"Dambus khas Bangka itu ciri khasnya berkepala rusa dan kayunya harus utuh jadi tidak ada sambungannya dari bawah sampai tanduk rusanya harus kayu utuh yang diukir," jelasnya.

Diungkapkannya, saat ini harga satu alat musik dambus dijual antara Rp 2,5 sampai Rp 2 juta.

"Pembelinya selain warga Bangka, juga ada yang dari daerah lain untuk oleh-oleh karya seni, juga ada yang dari luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Belanda," ungkapnya.

Diakuinya para pembeli alat musik dambus dalam satu bulan kadang-kadang ramai tapi kadang-kadang juga tidak ada satupun yang terjual.

" Namanya jualan barang seni ya seperti itulah, kadang ramai kadang sepi, yang penting kalau ada bahan baku saya tetap membuatnya," imbuhnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer