Kanal

Gatot Nurmantyo Beri Peringatan, Kasus Syria Bisa Terjadi Ketika Rakyat Terkotak-kotak

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo didampingi Ustaz (Ustadz) Abdul Somad dan Wakil SekjenKH Tengku Zulkarnain berbicara di depan ribuan orang di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. - Wartakota/instagram gatot nurmantyo

JENDERAL (Purn) Gatot Nurmantyo sedang galau dan sangat khawatir melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini. 

Menurut mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, antarrakyat Indonesia kini diadu, saling bentrok.

Indonesia saat ini, kata Jenderal Gatot Nurmantyo, sudah berada  pada kondisi 'lampu kuning'.

"Saat ini rakyat sedang terkotak-kotak. Ini adalah lampu kuning dan sudah mulai ada menggunakan rakyat mengadu dengan rakyat," ujar Gatot Nurmantyo melalui akun instagramnya yang di-share, Rabu (29/8/2018) sekitar 1 jam lalu.

Gatot Nurmantyo juga mengatakan hal serupa dalam sebuah video rekaman di stasiun televisi yang ia share pagi ini.

Menurut Gatot Nurmantyo, rakyat Indonesia terpecah menjadi dua kelompok atau dua kubu terjadi sejak 20 Mei 2014.

Tanggal 20 Mei 2014, bertepatan dengan peringatann Hari Kebangkitan Indonesia, rakyat Indonesia justru terbelah, terutama setelah muncul hanya ada dua pasangan Calon  Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres/Cawapres) pada Pilpres 2014.

Saat itu, dua pasangan Capres/Cawapres yang ada adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

"Jadi begini, saya menyimak sekarang ini. rakyat ini terbelah sejak 20 mei 2014. pas hari kebangkitan nasional, hari terakhir pendaftaran, begitu didaftarkan dua, rakyat terbelah menjadi dua," ujar Gatot Nurmantyo.

Kondisi tersebut terus berjalan sampai sekarang, meski di satu sisi muncul kebanggaan ketika para atlet Indonesia meraih sejumlah prestasi di Asian Games 2018. 

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Warta Kota

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer