Kanal

Tuti Seorang Petugas Medis yang Terjangkit Rubella usai Ambil Sempel Darah, 3 Kali Gagal Melahirkan

Orangtua Bayi Penderita Rubella - Bangka Pos/ Kriyanidayati

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Tuti Anggraini (31) Warga Muntok Bangka Barat akan terserang Rubella.

Wanita yang bekerja di dinas kesehatan Bangka Barat itu, tertular Rubella saat dirinya sedang mengandung tiga bulan.

Saat itu, ia melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara untuk menginvestigasi dan melakukan pengambilan sampel salah satu warga yang diindikasikan menderita campak pada 2013 silam.

Ini merupakan kehamilan kedua bagi ia dan suaminya, dan merupakan kehamilan yang ditunggu-tunggu setelah sebelumnya sempat menunda lantaran beberapa alasan.

"Saya petugas di Surveilans, waktu itu saya hamil tiga bulan, kehamilan itu kehamilan yang ditunggu-tunggu setelah sebelumnya kami sempat menunda. Desember 2013 saya mengambil spesimen untuk sampel di Belo Laut Desa Trabe.

Karena ada tugas dan kita tidak mengira itu Rubella, kita pikir campak, kami enggak nyangka hasil lab anak itu positif Rubella, padahal saat pengambilan sampel saya menggunakan alat pelindung diri. Setelah dua hari itu saya panas tinggi tapi tidak muncul ras," cerita Tuti di Dinas Kesehatan Provinsi, Selasa (28/8/2018).

Dengan kondisinya deman tinggi, ia memutuskan untuk melakukan USG terkait kondisi kehamilannya. Dari USG bulan ketiga masih menunjukkan hasil yang baik.

Namun, takdir berkata lain saat melakukan USG diusia kehamilan 4 bulan dirinya terdeteksi Polihidramnion.

Kondisi kehamilannya kian memburuk pada bulan kelima karena berdasarkan hasil USG diketahui perut bayi mulai membesar. Hingga USG bulan Keenam diketahui bayi yang dikandungnya hanya memiliki tiga katub jantung dan menderita Hidrosefalus.

"Bulan keenam itu saya dikuret bayi saya dikeluarkan karena enggak mungkin bertahan. Pada bulan Maret itu bayi saya dikeluarkan saya dan suami sangat down sekali waktu itu," katanya sambil terisak menceritakan pengalaman getirnya.

Tak pantang menyerah, berbagai pengobatan ia lakoni mulai dari pengobatan medis dan pengobatan non medis seperti terapi dan herbal. Pada September 2014 dirinya kemudian hamil kembali dan menurut dokter sudah aman, namun Tuhan berkehendak lainnya dirinya harus kembali di kuret saat usia kandungannya tiga bulan.

"2016 saya hamil lagi saya dikuret juga mengalami pendarahan yang hebat dari Hb ke 13 dan 6. Alhamdulillah tahun 2017 akhir saya hamil dan kehamilan ke lima sehat, bayi saya lahir sekarang usianya 2 bulan dan hingga saat ini sehat," katanya.

Ia tak bisa lagi menghitung rupiah yang dikeluarkannya, hanya untuk mendapatkan pengobatan. Bahkan dirinya melakukan pengobatan hingga ke luar negeri untuk bisa kembali melahirkan anak normal.

"Bicara pengobatan jangan ditanya, gaji PNS saya hanya untuk beli suplemen dan obat-obatan, belum lagi terapi, pemeriksaan lab untuk torch CMP dan itu enggak dicover BPJS. Kehamilan yang berhasil berobat di rumah sakit swasta di Luar Negeri," katanya.

Ia mengisahkan banyak penderita Rubella di luar sana, namun mereka tak berani bersuara.

"Mungkin sama dengan pak Kiki para penderita Rubella, saya bergabung dengan rumah ramah Rubella, ada teman-teman di Babel terserang tapi enggak berani bersuara. Saya sebenarnya berat untuk menyampaikan ini, ini membuka luka lama bagi saya, tapi rasa ini penting untuk edukasi masyarakat," katanya.

Tuti mengatakan virus Rubella tidak bisa hilang dari dalam tubuh, tapi membentuk kekebalan sendiri di dalam tubuh. Sehingga ia harus rutin mengkonsumsi suplemen untuk melawan virus itu.

"Kalau virus IGG enggak akan hilang, cuma efek terkena rubella yang fatal. Kalau virus membentuk imunitas dan kekebalan sendiri," katanya.

Ia berharap masyarakat tidak menjadi seperti dirinya, atau menularkan Rubella. Oleh karenanya, ia berharap dapat mencegah Rubella dengan melakukan vaksin.(*)

Mulai dari
Halaman
Penulis: krisyanidayati
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer