Kanal

Dekati Tingkat Krisis Asia Tahun 1998, Rupiah Tembus Rp 14.800

Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. - KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG

BANGKAPSO.COMĀ  - Mata uang rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga berada pada titik terendah selama 20 tahun terahir.

Dilansir TribunWow.com dari asia.nikkei.com, Jumat (31/8/2018), nilai tukar rupiah mencapai Rp 14.840 pada tengah malam.

Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 1998 setelah terjadinya krisis keuangan Asia.

Baca: Gadis Ini Memiliki Jerawat Parah Selama Berbulan-bulan, Begini Caranya Ia Berhasil Sembuh

Baca: Closing Ceremony Asian Games 2018 Bertabur Artis K-Pop, Panitia Angkat Bicara Soal Alasannya

Melemahnya mata uang rupiah menunjukkan total penurunan sebesar 8,7 persen sejak awal tahun.

Terkait hal ini, sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga dengan total 125 basis poin sejak Mei.

Selain itu BI juga melakukan intervensi untuk menopang mata uang rupiah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi sangat kuat, terutama stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur PCPM, Simak Persyaratan dan Posisi yang Dibuka

Baca: Demi Uang Saku, Anak Wishnutama Kerja Part Time Jadi Tukang Masak di Jepang

Oleh sebab itu, BI meningkatkan intervensi di pasar forex.

Penurunan peso Argentina pada Kamis (30/8/2018) yang jatuh pada rekor terendah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran baru dari aset pasar negara berkembang di kalangan investor internasional.

Hal ini karena bank sentral Argentina menaikkan suku bunga utama sebesar 1500 basis poin menjadi 60 persen.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunWow.com

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer