Kanal

Beltim Sudah Kirim Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah ke Pemerintah Pusat

Kabid kebudayaan Lindawati Theodore, menunjukkan salinan Pokok pikiran Kebudayaan Kabupaten Belitung Timur. - Bangka Pos / Suharli

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah menyampaikan pokok pikiran  kebudayaan daerah (PPKD), hal tersebut disampaikan Kabid kebudayaan Lindawati Theodore.

PPKD yang disampaikan oleh Disbudpar Beltim bertujuan menjaga kearifan, melestarikan dan mengangkat kebudayaan lokal yang ada di Beltim, dimana Linda berpendapat keberadaannya sudah mulai ditinggalkan pada zaman saat ini.

"Udah lama saya dengar mengenai pokok pikiran itu. Nah kita berusaha, khususnya di bidang Kebudayaan membuatnya. Terakhir, staf sudah membuatnya dan sepertinya sudah dikirim ke pusat. Dikirim ke Provinsi kemudian ke Kementerian," ujar Linda (3/8/2018).

Linda mengatakan banyak hal yang dibuat dalam PPKD. Diantaranya adat istiadat, manuskrip, kesenian, bahasa, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, ritus, permainan rakyat, cagar budaya dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kebudayaan.

"Pokok pikiran itu sebenarnya banyak ya, disitu ada tentang kebudayaan. Kebudayaan kita yang sudah lama dan mulai ditinggalkan karena kemajuan zaman. Nah itu diangkat lagi. Misalnya tari-tarian, makan makanan. Kemudian tempat-tempat, museum dan benda yang dinilai langka saat ini," kata Linda.

kekayaan budaya di Beltim sangat banyak dan menjadi warisan yang harus dipertahankan. Disinggung mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan yang rencananya dikucurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, Linda mengaku belum tahu persis. Apalagi, dirinya baru menjabat sebagai Kabid Kebudayaan.

Ia hanya menjelaskan, penyusunan PPKD tidak mudah mengingat banyaknya budaya yang harus diinventarisir.

"DAK Kebudayaan belum pernah, setahu saya belum pernah menerima itu. Kemarin kita memang sudah berusaha keras menyelesaikan, tapi kita perlu tenaga ekstra karena menggali itu tidak mudah dan kita juga perlu orang yang memahami kebudayaan," kata Linda.

Sebelumnya diketahui Pemerintah akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan jumlah  Rp 1 triliun lebih (per daerah), untuk kebudayaan kepada seluruh pemerintah daerah mulai tahun 2019 akan datang, hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melalui siaran pers, Jumat (20/7/2018) silam.

Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan harus menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang akan menjadi salah satu landasan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berikutnya.(*)

Penulis: Suharli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Hasil Final Polling Mata Najwa di 3 Sosmed, Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Berita Populer