Kanal

Tour Guide Belitung Ikut Sertifikasi Uji Kompetensi dari Kemenpar

Seluruh peserta sertifikasi uji kompetensi di Hotel Bahamas bersama panitia dan assesor ‎berfoto bersama, Senin (3/9/2018). - Bangka Pos / Dede Suhendar

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sebanyak 50 guide lokal mengikuti sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang kepemanduan wisata di Hotel Bahamas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin (3/9/2018).

Acara tersebut diselenggarakan atas kerja LSP Pramindo‎ dan Asdep Pengembangan SDM Pariwisata Hubungan Antar Lembaga, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar dengan DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Babel dan DPC HPI Belitung.

"Tahun 2018 ini, Kemenpar memberi kuota 75 ribu dimana tahun sebelumnya 60 ribu program sertifikasi ini. Belitung bersyukur termasuk dalam kuota ini," ujar ‎lead assesor sekaligus manajer standar operasi LSP Palmindo Sujoko Langon kepada posbelitung.co.

Ia mengatakan sertifikasi termasuk amanat yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan yang menyatakan seluruh tenaga kepariwisataan harus tersertifikasi.

Oleh sebab itu, kata dia, sebelum pelaku pariwisata melakukan sertifikasi mandiri, pemerintah sudah memberikan fasilitasi program tersebut.

"Jadi fasilitasi ini sebagai rangsangan kepada mereka. Kemungkinan nanti pemerintah bisa saja mengalihkan anggaran ini kepada bidang lain sebagai upaya pencapaian target yang telah ditentukan," katanya.

Ia mengatakan selama satu hari penuh, para assesor akan menguji para guide lokal dalam mendapatkan sertifikasi. Assesor akan menggunakan 18 indikator. Yang telah ditentukan sebagai bahan ujian.

Menurutnya sertifikasi bagian penting di bidang kepemanduan pariwisata. Sebab, hal itu akan menjadi jaminan bahwa setiap wisatawan akan dipandu oleh seorang guide yang memiliki standar kinerja.

"Jadi mau dia di Aceh, Sumatera, Belitung atau Bali sekalipun itu standar kinerjanya sama. Perbedaannya hanya menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing," katanya.(*)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer