Kanal

Pengusaha Tambang Diwajibkan Pemerintah Bawa Pulang Devisa Ekspor ke Indonesia

Anjungan pengeboran minyak West Madura Offshore (WMO) milik Pertamina Hulu Energi -

BANGKAPOS.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan kepada para pengusaha mineral dan batu bara (minerba) untuk menyimpan uang hasil ekspor di Indonesia.

Imbauan tersebut untuk menambah cadangan devisa negara akibat adanya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kemudian Jonan menegaskan para pengusaha harus membawa pulang kembali uangnya ke tanah air karena tidak ada tambang yang dimiliki para pengusaha, mereka hanya mendapatkan izin usaha.

Baca: Satu di Antaranya Pencari CInta Sejati, Ini Dia Karakter Wanita yang Lahir di Bulan September

Baca: Anak Habib Usman Jujur Ungkap Perasaannya Pada Kartika Putri di Media Sosial

"Mau di UU minerba atau migas, itu tidak ada ambang dalam bentuk apapun yang dimiliki oleh private atau swasta. Semua dimiliki negara.
 
Yang punya itu izin usaha, kalau ekspor uang harus kembali. Kalau parkir di luar negeri tidak bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri," kata Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2018).

Jika ingin menyimpan diluar negeri maka harus disimpan di bank nasional yang memiliki cabang diluar negeri. Diizinkan juga jika para pengusaha menyimpan dalam mata uang dolar asing, asalkan disimpan di Indonesia.

Baca: Berjiwa Kepemimpinan atau Ambisius, 4 Jenis Garis Tangan yang Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Aries Banyak Keberuntungan, Sagitarius Keuangan Lancar

"Hasil ekspornya 100 persen kembali ke indonesia, boleh dalam bentuk dolar AS atau bisa ditempatkan di bank2 BUMN dalam negeri kan ada BNI di Hongkong," ungkap Jonan.

Untuk memantapkan langkah tersebut pemerintah juga akan membuat Letter of Credit (L/C) yang akan dirancang Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan serta Bank Indonesia.

Tujuan dari (L/C) yang merupakan surat pernyataan atas permintaan pembeli atau importir kepada penjual atau eksportir tersebut untuk memperlancar dan mempermudah arus barang.

"Kami akan terapkan peraturan bahwa satu ekspor semua harus pakai LC dari kemenkeu, dan kemendag," kata Jonan.

Kalau tidak menuruti aturan tersebut sanksi berupa pengurangan jumlah ekspor akan menati para pengusaha tambang.

"Tidak kembali akan sanksi untuk kurangi kemampuan ekspornya. Jangan hasil alam kita, kita ekspor uang tidak kembali ke sini," pungkas Jonan.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer