Kanal

Penanganan Pertama Orang Gangguan Jiwa, Dibawa ke Pelayanan Kesehatan

ilustrasi -

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COMĀ  - Kepala Dinas Sosial, Pemperdayaan Perempuan Perlindungan dan Anak Kabupaten Belitung Haziarto mengatakan, penangan terhadap orang ganggun jiwa sejauh ini telah ditentukan melalui Peraturan Bupati (Perbup). Kali pertama, penangan terhadap 'orang gila' tersebut tetap harus dibawa kepada pelayanan kesehatan.

Namun untuk tanggung jawab pasien gangguan jiwa berkeliaran disepanjang jalan, merupakan ranah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas Satpol PP bisa secara langsung membawa orang gila tersebut, apabila ditemukan disepanjang jalan atau berkeliaran.

"Setelah itu baru dibawa ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan, untuk diberi penenang. Nah setelah itu baru dikoordinasi ke kami, apakah orang itu segera dikirim ke Belitung Timur (Beltim) atau ke Sungailiat," kata Haziarto kepada Pos Belitung, Kamis (6/9/2018).

Semula di Negeri Laskar Pelangi ini, ada 20 orang mengalami gangguan jiwa yang terdaftar berkeliaran. Jumlah tersebut, kini semakin bertambah lantaran bermunculan pasien baru yang kini terbilang asing. Dari 20 orang pasien lama tersebut, kini seluruhnya sudah memegang BPJS Kesehatan.

"Kami kemarin diperintahkan untuk membuat BPJS mereka, nah sekarang mereka sudah punya semua. Ini perlu, karena sewaktu-waktu mereka akan dipindahkan, mereka sudah diayomi oleh BPJS, karena kepentingan perawatan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, kini belum memiliki ruangan untuk perawatan orang yang menderita gangguan jiwa

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer