Kanal

Ibunya Lihat Daratan Pulau Bangka Berlobang dari Pesawat, David Wong Bawa Teknologi Tambang Baru

Pertemuan David Wong dari Singa Tin dan Tim Bangka Pos - Bangkapos/Putrie Agusti Saleha

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM -- Sebelum meninggal dunia, ibunda dari Founder perusahaan Singa Tin yang berbasis di negara Singapura, David Wong, mengatakan saat kunjungannya ke kantor Bangka Pos, Sabtu (8/9/2018) bahwa ibunya berpesan untuk membuat Pulau Bangka menjadi lebih baik. 

Berawal saat ibunya pulang ke Bangka, namun melihat dataran yang berlobang di pulau Bangka dari pesawat, ibundanya pun langsung mengatakan pesannya kepada anaknya tersebut.

David Wong adalah seorang pengusaha Singapura yang orang tuanya berasal dari desa Air Layang, Bangka.

"Ibu saya terkejut melihat kondisi Bangka pada saat itu, dan langsung melihat ke arah saya dengan marah, Dan beliau pun langsung berpesan kepada saya untuk membangun Pulau Bangka lebih baik lagi," ujar David.

David Wong dengan perusahaannya berencana untuk membuat sebuah teknologi yang dapat mengurangi dampak pertambangan timah total yang lebih ramah lingkungan.

Dengan mengusung konsep pengelolaan mineral holistik, David berencana akan membangun sebuah laboratorium dengan teknologi yang didatangkan langsung dari Kanada dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia.

"Dulu saya sudah pernah melakukan analisa dan sampelnya saya uji coba di Kanada langsung, dan dari situ saya melihat dari tailing yang dibuang itu ternyata masih banyak mineral yang berharga," jelasnya.

Kelak, dalam melakukan penambangan timah David Wong akan mengenalkan teknologi Sonic Drilling atau Pengeboran secara sonik. Dengan menggunakan teknologi ini maka akan memperkecil resiko yang akan terjadi pada lingkungan.

Sonic Drilling adalah teknik inovatif yang unik untuk aplikasi lingkungan, geoteknik, konstruksi, seismik dan mineral.

Proses kerja dari Sonic Drilling sendiri menggunakan kepala bor inersia yang diaktifkan kemudian menghasilkan getaran sinusoidal frekuensi tinggi untuk memajukan barel inti atau casing ke formasi bawah permukaan tanpa menghasilkan rampasan dari proses pengeboran. Selama pengeboran, energi resonan ditransfer ke tali bor dipermukaan atas pada berbagai frekuensi sonik.

"Rencananya kurang lebih dalam waktu 3 bulan, alatnya akan dikirim dari Kanada ke sini, saya sudah punya salah satu investor yang saya sangat percaya sekali akan bekerja sama dengan kami dan saya juga memiliki tim yang bagus-bagus dan luar biasa disini," imbuhnya. 

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer