Kanal

Aksi Damai di Pelataran Bank Indonesia KP Babel,  KAMMI: Desak Stabilkan Nilai Tukar Rupiah 

Kepala Bank Indonesia KP Bangka Belitung merespons secara positif bahkan mengajak para mahasiswa untuk duduk bersama dan berdiskusi - Istimewa

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Puluhan Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Babel melakukan aksi damai di pelataran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung untuk menuntut pemerintah serius  menaikkan posisi nilai tukar rupiah terhadap Dollar yang kian jatuh, Senin (10/9/2018).

Koordinator Aksi Damai,  Joni Iskandar, mengutarakan dalam orasinya yang  mengebu-gebu, pemerintah harus tegas dan menanggulangi nilai tukar rupiah yang anjlok.

"Dengan semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, maka kebutuhan pokok akan semakin meningkat dan akhirnya mengakibatkan krisis moneter," terang Joni dengan lantang.

Mereka juga meminta pemerintah menstabilkan Rupiah dan menurunkan harga pokok, peserta aksi juga meminta agar pemerintah meningkatkan PDB Indonesia.

Selain itu, spanduk beragam Yang bertuliskan seperti Save Rupiah,  Rupiah Sengsara,  Waspada Krisis Moneter,  dan lainnya turut dibawa oleh puluhan mahasiswa tersebut.

Kepala Bank Indonesia KP Bangka Belitung,Tantan Heroika, beserta jajaran ikut mendengarkan aspirasi para mahasiswa tersebut dari awal hingga selesai.

"Kami sangat menyambut baik aksi damai yang dilakukan oleh para mahasiswa ini sebab ini adalah bentuk kepedulian terhadap bangsa ini," ungkapnya dihadapan para mahasiwa.

Tantan juga membeberkan bahwa permasalahan ini tidak hanya masalah Indonesia, tetapi masalah dunia.  Sebab pengaruh perang dagang antara Amerika dan China,  serta negosiasi perdagangan antara AS dengan Turki  masih alami kebuntuan. Hal tersebut memberikan sentimen negatif terhadap perekonomian dunia termasuk indonesia.

Selain itu neraca perdagangan mengalami defisit serta cadangan devisa juga menurun akibat dari hal tersebut.

"Perlu diketahui Ekonomi Babel saat ini mengalami surplus sebesar US 900 Juta Dollar,  sehingga kita patut menjaga nilai tukar rupiah secara bersama seperti tetap membeli brand lokal," ujarnya.

Dalam aksi damai itu sempat mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Polsek Bukit Intan Pangkalpinang. 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer