Kanal

Bupati Bangka Minta Masyarakat Tak Galau Soal Vaksin MR

Kegiatan sosialisasi pemberian vaksin MR, Senin (10/9/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat - bangkapos/nurhayati

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar sosialisasi vaksin Measles Rubella (MR) secara terpadu guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta menyukseskan imunisasi mencegah campak dan rubella, Senin (10/9/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Dinkes Kabupaten Bangka mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan MUI Kabupaten Bangka untuk memberikan sosialisasi terkait Vaksin MR.

Pada kesempatan ini Bupati Bangka H Tarmizi Saat meminta masyarakat tidak galau soal pemberian Vaksin MR yang sekarang gencar dilakukan pemerintah.

Dia menegaskan, sesuai tugas pokok pembangunan dan pemerintahan mewajibkan agar masyarakat mengikuti pemberian Vaksin MR untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di sekolah-sekolah, puskesmas maupun posyandu-posyandu.

"Kita mewajibkan bukan mengimbau karena hasil arahan Majelis Ulama Indonesia, para ahli agama dan ahli kesehatan bahwa mudharatnya lebih sedikit daripada manfaatnya, sangat bermanfaat untuk masa depan anak, itu yang pertama. Kedua karena memang belum ditemukan vaksin yang halal dan gelatin itu bukan divaksinnya tetapi katalisatornya tempat menumbuhkan itu. Jadi belum ada ditemukan yang halal. Tentu karena ini darurat bisa. Ketiga karena ini menyangkut urusan umat sangat banyak, kebutuhan negara ke depan, kebutuhan generasi ke depan, maka sebagai bupati mewajibkan semua untuk anak 9 bulan hingga 15 tahun mengikuti imunisasi supaya kekebalan tercipta," jelas Tarmizi.

Menurutnya di negara-negara muslim seperti Arab Saudi sudah melaksanakan Vaksin MR dimana sudah ada 114 negara yang menggunakan Vaksin MR dari India.

Disinggung keberhasilan Vaksin MR di Kabupaten Bangka masih rendah Tarmizi berharap kepada masyarakat agar semua anak bisa tervaksin karena hingga akhir September 2018 harus memenuhi target kekebalan massal.

"Sebagai pribadi memang saya ada kekhawatiran pertama apakah ini bukan proyek internasional dalam rangka ada faktor-faktor bisnis. Kedua apakah tidak berakibat kepada perilaku anak kita karena vaksin yang tentu asalnya tidak halal tetapi karena ulama telah memutuskan, kemudian telah melakukan kajian dari para ahli tentu kita yakin bahwa ini perlu dilaksanakan," ungkap Tarmizi.

Untuk itu ia minta agar dinas kesehatan, puskesmas maupun posyandu proaktif dimana harus memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk pelaksanaan vaksin MR ini.

"Dijelaskan agar masyarakat tidak galau lagi. Ini menyangkut trust kepercayaan masyarakat terhadap majelis ulama. Kalau ada majelis ulama yang disuruh pemerintah untuk menghalalkan ini, tidak ada. Kami tidak berharap majelis ulama bisa disetir pemerintah, tetap kritis terhadap pemerintah kalau memang ada yang menyimpang," tegas Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer