Kanal

Hidup Melajang 50 Persen Berisiko Kematian Daripada Obesitas, Ini Hasil Penelitiannya

Ilustrasi - Shutterstock

BANGKAPOS.COM  -- Tak seorang pun ingin menjalani hidupnya dalam kesepian, bahkan seorang introvert pun menginginkan keberadaan seseorang.

Namun, di dunia dengan 7,6 miliar orang ini, ada banyak orang yang menjalani kehidupan sepi bahkan memilih untuk tidak menikah.

Para ahli telah menyimpulkan bahwa kesepian bisa lebih mematikan daripada obesitas.

Lebih jauh, kesepian harus dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat.

Peneliti AS menganalisis 218 penelitian yang berkaitan dengan efek kesehatan karena kesepian dan sampai pada kesimpulan yang mengejutkan.

Isolasi sosial meningkatkan kematian seseorang hingga 50% dibandingkan obesitas.

Penelitian yang diterbitkan di New York Post memeriksa lebih dari 200 penelitian yang meneliti efek kesehatan dari isolasi.

Dr. Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi di Universitas Brigham mengatakan bahwa terhubung dengan orang lain adalah kebutuhan dasar manusia.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bayi yang kekurangan kontak dengan manusia akan gagal berkembang dengan baik dan cenderung akan mati," kata Julianne.

Tentu saja masalah ini perlu diperiksa lebih teliti, tapi temuannya cukup menarik.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Bogor

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer