Kanal

Pencapaian Vaksin MR di Babel Baru Mencapai 25,22 Persen

Kegiatan sosialisasi mengenai vaksin MR yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Babel bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Senin (20/9/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. - Bangka Pos / Nurhayati

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono memaparkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Babel untuk pencapaian vaksin MR hingga 23 Agustus 2018 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 13,56 persen saat awal MUI menerbitkan fatwa.

Sedangkan cakupan Vaksin MR hingga tanggal 8 September, Babel berada diposisi nomor lima dari belakang dibandingkan provinsi lainnya yakni sebesar 25,22 persen. Diakuinya hampir seluruh provinsi belum mencapai kecuali Papua Barat.

Sementara untuk Kabupaten Bangka hingga 8 September 23,59 persen berarti tinggal 13 hari kerja lagi untuk mencapai 95 persen. Sedangkan per puskesmas yang tertinggi di Kenanga mencapai 40 persen dan paling rendah di Gunung Muda sebesar 6,9 persen.

"Saya sedih kalau ini gagal. Campak yang sudah berhasil tetapi ikutannya gagal. Kemungkinan akan KLB (Kejadian Luar Biasa)
Seperti difteri yang kejadian kemarin. Seperti dulu imunisasi difteri diulangi tapi sudah ada korban, apa sudah ada korban baru kita mulai," sesal Mulyono.

Untuk itu ia berharap dengan dukungan semua pihak pemberian vaksin MR untuk anak-anak bisa diberikan sehingga kekebalan komunitas terbentuk.

Dikatakan Mulyono program imunisasi Vaksin MR sudah dilakukan di Jawa dan Bali sebanyak 35 juta anak dari usia 9 bulan hingga 15 tahun yang telah mencapai target pemerintah sebesar 100 persen lebih pada tahun 2017 lalu. Untuk tahun 2018 dilakukan di seluruh provinsi di luar Jawa dan Bali.

"Kegiatan imunisasi massal sebagai upaya untuk memutuskan agar bisa eliminasi campak harus memutuskan transmisi penularan campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Meskipun kita sudah melakukan imunisasi campak pada anak usia 9 bulan tetapi akan diulang lagi," jelas Mulyono saat sosialisasi mengenai vaksin MR yang dilaksanakam Dinas Kesehatan Babel bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Senin (20/9/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat

Tujuan imunisasi MR ini untuk meningkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella secara cepat serta memutuskan transmisi virus campak dan rubella.

"Kalau tidak memanfaatkan ini maka tahun berikutnya tidak ada lagi program ini. Anak-anak kita usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD tidak akan mendapatkan program imunisasi MR. Ini hanya dilakukan bulan Agustus dan September 2018," kata Mulyono.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer